“Biasanya bisa menjual hingga ratusan ekor sehari. Sekarang hanya mampu menjual beberapa puluh ekor saja,” katanya.
Padahal stok ayam saat ini melimpah dan dipastikan aman hingga lebaran. Untuk harga ayam dikatakan ida masih stabil berkisar di harga Rp25 ribu perekor untuk ukuran kecil sedangkan untuk ukuran besar Rp45 ribu perekornya.
Kendati harga ayam masih stabil akan tetapi permintaan konsumen turun. Terbukti, dari pantauan media ini di dua pasar tradisional yaitu Pasar Segiri dan Pasar Pagi permintaan pasar akan ayam potong mengalami penurunan.
Dikatakan Amirullah, beberapa faktor penurunan tersebut disebabkan berkurangnya permintaan ayam dari pemilik usaha rumah makan. Karena, selama puasa permintaan terhadap ayam berkurang dari biasanya.
“Pemilik rumah makan selama Ramadan ini tidak terlalu banyak beli. Apalagi, kan selama Ramadan jadwal operasional berjualan dibatasi dan masyarakat juga banyak yang puasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Pj Walikota Samarinda Zairin Zain bersama instansi terkait sudah pernah turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan sembako selama Ramadan hingga lebaran dipastikan aman.
Hasil pantauan tersebut, mulai dari beras, bawang merah, daging dan ayam stoknya aman. “Dari hasilnya di lapangan stok aman. Kemungkinan nantinya akan mengalami kenaikan, namun itu hal wajar mendekat lebaran,” ucap Zairin beberapa waktu lalu. (sn318)