“Penutupan nanti tanggl 15 Mei, mudah-mudahan tidak ada pengunduran. Karena dari kuota yang ditetapkan oleh KPU rata-rata setiap dapil sudah melebihi target,” ujar Jasno, Jumat (4/5).
Ia mencontohkan, untuk dapil Samarinda 1 ditargetkan hanya 10 bacaleg yang mendaftar ternyata meningkat 14 bacaleg. Kemudian di Samarinda Utara dan Pinang kuota yang diharapkan 12 justru di lapangan ada 17 bacaleg, Samarinda Ilir dari 9 kini 13 bacaleg. “Artinya ini kan kelebihan kuota. Sesuai aturan UU Pemilu setiap dapil sudah ditentukan jumlah masing-masing kuotanya,” bebernya.
Lanjutnya, akibat dari kelebihan kuota tersebut pihaknya akan menyeleksi, memverifikasi dan mengevalusi setiap bacaleg. “Nanti kita seleksi mana bacaleg yang benar-benar pertarung atau hanya sekadar ikut-ikutan saja. Yang jelas, kami ini mencari yang berpotensi, karena kami menargetkan setiap dapil meraih satu kursi,” jelasnya.
Kata dia, jika perolehan satu dapil satu kursi. Otomatis target untuk memperoleh satu fraksi di DPRD Samarinda bisa terwujud, karena untuk mendapatkan satu fraksi minimal ada empat kursi. Bahkan, dalam waktu dekat PAN akan membentuk Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD), dimana tim inilah yang akan menyeleksi bacaleg tersebut. Untuk penilaiannya sendiri, tim KPPD akan mengkorscek setiap dapil bacaleg.
“Disitu bisa dilihat apakah bacaleg tersebut sudah mulai bekerja. Karena penilaian ini menjadi salah satu indikator seorang caleg bisa menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di daerah pemilihan mereka,” tutur Jasno kepada media.
Diakuinya, bacaleg yang mendaftar di PAN semuanya memiliki potensial sehingga mempersulit untuk menentukan tahap penyeleksian. Namun, ia menyerahkan semua ke tim KPPD untuk menyeleksi. “Kami menyerahkan sepenuhnya ke KPPD untuk menyeleksi dan mengeliminasi kemudian didaftrakan ke KPU,” papar Jasno. (sn318)