Meski sedang mengantuk berat, Anto bergegas mencari tahu sumber suara ledakan, yang juga disertai teriakan meminta tolong. “Awalnya saya kira ledakan itu kecelakaan. Saya mau tidur lagi, tapi dibanguni istri,” ujar Anto.
Sambil tergesa-gesa, dia bermaksud mendobrak pintu, lantaran teriakan dari dalam rumah terdengar demikian keras. “Waktu saya mau dobrak pintu yang terkunci, tiba-tiba istrinya (Murkiyah) membukakan pintu. Saya lihat dia luka bakar di sekujur badannya. Bajunya robek-robek,” ungkap Anto.
“Mereka keluar dari rumah itu (menuju pintu) sempat merangkak karena posisi rumah berantakan, plafonnya ambruk,” tambahnya.
Tidak menunggu lama, warga lainnya, bergegas membawa keempat korban ke rumah sakit, yang mengarah ke RS Dirgahayu. Belakangan, 2 korban, Murkiyah dan Nadira, dirujuk ke RSUD AW Sjahranie.
Humas RSUD AW Sjahranie Samarinda, dr Fabian Satrio membenarkan, pihaknya mereka menerima rujukan dua pasien korban luka bakar itu. “Kami terima rujukan sekitar pukul 12 siang, dua pasien, salah satunya anak berusia 2 tahun, dengan luka bakar sekitar 72 persen,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.
Dijelaskan, balita korban luka bakar itu, sedang dirawat intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan dirawat oleh dokter spesialis bedah dan spesialis anak. “Pasien kedua berusia 31 tahun juga dengan luka bakar 72 persen, saat ini masih dirawat di IGD (Instalasi Gawat Darurat), karena masih proses untuk stabilitasi kondisi,” jelasnya.
Sementara, Kanit Reskrim Posekta Sungai Kunjang Ipda Suyatno menjelaskan, polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian perkara (TKP), di lokasi kejadian. “Kami masih melakukan penyelidikan apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian itu,” sebut Suyatno. (dor)