Selasa, 21/04/2026
Selasa, 21/04/2026
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, bersama jajaran saat memberikan keterangan terkait UKK tahap 2 yang berlangsung.(Ainur/Korankaltim.com)
Selasa, 21/04/2026

Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, bersama jajaran saat memberikan keterangan terkait UKK tahap 2 yang berlangsung.(Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA— Uji kelayakan dan kepatutan (UKK) tahap 2 bagi calon Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) se-Kaltim digelar di Hotel Royal Park Jalan Sentosa Selasa (21/4/2026) hari ini, diikuti 17 calon yang berasal dari 9 DPC.
UKK yang digelar Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kaltim ini dilaksanakan sebagai tahap akhir dalam proses seleksi kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota. Proses pengujian dilakukan langsung oleh tim dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
“Ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian seleksi dan rekrutmen Ketua DPC PKB se-Kaltim. Para peserta yang ikut adalah kader-kader terbaik yang dipersiapkan untuk menahkodai partai selama lima tahun ke depan,” kata Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin.
Dalam uji kelayakan tersebut, para calon diuji dalam berbagai aspek, mulai dari pemahaman ideologi dan struktur PKB, kemampuan menyusun rencana kerja, hingga strategi pencapaian target politik. Fokus utama pengujian adalah kesiapan para calon dalam menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030.
“Poin pentingnya adalah bagaimana mereka mampu merancang target perolehan suara dan kursi PKB di pemilu mendatang, serta strategi memenangkan kontestasi politik ke depan,” sebut Udin, sapaan akrabnya.
Selain itu, para calon juga diwajibkan memiliki komitmen dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat bawah. Mereka diharapkan mampu membentuk kepengurusan PAC di tingkat kecamatan serta ranting di tingkat desa dan kelurahan. Tak hanya kerja struktural, penguatan basis kultural PKB juga menjadi perhatian utama. Hal ini mencakup penguatan hubungan dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai basis utama PKB, melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian serta kerja sama dengan struktur organisasi NU di daerah.
“Kerja PKB tidak hanya berbasis struktur, tetapi juga kultural. Penguatan simpul-simpul berbasis NU menjadi bagian penting dalam strategi ke depan,” jelasnya lagi.
Udin juga menyinggung ketidakhadiran DPC PKB Kutim dalam proses uji kelayakan karena kondisi khusus dimana DPC tersebut saat ini tidak memiliki kursi di legislatif. “Untuk Kutim, karena saat ini tidak memiliki kursi, maka penentuan ketua DPC diambil alih oleh DPP melalui hak veto,” ungkapnya sembari menambahkan kalau Sulasih dipilih sebagai calon ketua di kabupaten tersebut.
Sulasih diketahui merupakan anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (Dapil) Berau, Bontang dan Kutim.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 21/04/2026
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, bersama jajaran saat memberikan keterangan terkait UKK tahap 2 yang berlangsung.(Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER