Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Udin itu saat ditanya mengenai arah dan fokus kepemimpinannya ke depan. Konsolidasi akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada aspek struktural maupun kultural.
“Sebagai ketua terpilih, tentu misi terbesar saya adalah memperkuat konsolidasi partai. Konsolidasi ini mencakup konsolidasi struktural dan konsolidasi kultural,” ujar Udin, belum lama ini.
Menurutnya, konsolidasi struktural akan difokuskan pada pematangan seluruh struktur kepengurusan PKB di semua tingkatan, mulai dari DPW, DPC, hingga tingkat paling bawah.
Selain itu, penguatan juga akan dilakukan terhadap badan otonom dan sayap-sayap partai.
“Konsolidasi struktural ditandai dengan mematangkan semua struktur di semua tingkatan, termasuk badan otonomi partai dan sayap-sayap PKB. Ini penting sebagai fondasi penguatan organisasi partai ke depan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Syafruddin juga menekankan pentingnya konsolidasi kultural sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi partai.
Politisi Senayan itu menilai, kader PKB harus aktif membangun komunikasi, interaksi, dan kedekatan dengan masyarakat.
“Penguatan kultural berarti kader-kader PKB harus terus berinteraksi, berkomunikasi, bahkan membantu masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.
“Dengan cara ini, PKB akan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, di semua golongan dan kelompok,” imbuhnya.
Udin menambahkan, tren politik saat ini menunjukkan masyarakat semakin mengapresiasi politisi yang mampu memangkas jarak dengan rakyat. Karena itu, PKB Kaltim akan mengedepankan konsep politik kehadiran.
“Hari ini masyarakat sangat menggandrungi politisi yang hadir dan dekat dengan rakyat. Intinya, kami kader-kader PKB akan mewujudkan politik kehadiran sebagai cara memikat hati masyarakat dan mendapatkan dukungan rakyat,” tutupnya.
Editor: Erwin