Ketua Steering Committee (SC) Musda, Sabir Nawir, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
“Persiapan tidak dimulai hari ini. Panitia SC dan OC telah bekerja siang malam demi kesuksesan Musda ini,” ujar Sabir.
Musda kali ini disebut sebagai momentum penting bagi Partai Golkar Kaltim, terutama setelah keberhasilan di Pemilu 2024.
Golkar berhasil meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kaltim dari 12 menjadi 15, sekaligus mengantarkan kadernya, Rudi Mas’ud, menjadi Gubernur Kaltim.
“Ini menjadi semangat baru bagi kader-kader Golkar. Musda hari ini adalah simbol dari harapan baru itu,” lanjut Sabir.
Acara pembukaan Musda dijadwalkan dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Sejumlah tokoh senior Golkar, para bupati, wali kota, serta kader dari seluruh Kaltim turut diundang.
Panitia menyiapkan sekitar 700 kursi, namun Sabir memperkirakan jumlah peserta bisa membeludak.
“Kami ingin menghadirkan semua unsur kekuatan Golkar, baik yang lama maupun yang baru. Konsolidasi, koordinasi, dan komunikasi adalah kunci membesarkan partai ini ke depan,” ungkapnya.
Agenda utama Musda adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan pemilihan Ketua DPD Golkar Kaltim.
Meskipun proses pemilihan terbuka bagi semua kader, hingga batas waktu pendaftaran hanya satu nama yang muncul, yakni Rudi Mas’ud.
“Tidak ada arahan untuk menjadikan beliau calon tunggal, tapi tampaknya kader melihat kekuatan dan kepemimpinan beliau yang sudah terbukti. Maka secara mekanisme, jika hanya satu calon, pemilihan akan dilakukan secara aklamasi,” jelas Sabir.
Meskipun Musda dipadatkan dalam satu hari karena kesibukan Ketua Umum dan Ketua DPD sekaligus Gubernur Kaltim itu, efisiensi waktu tidak akan mengurangi kualitas pelaksanaan dan substansi Musda.
Editor Aspian Nur