Edi-Rendi Tingkatkan SDM Janda Melalui Pemberdayaan
2 menit baca203 kali dibaca

Penulis: Erlita Budiarti
KORANKALTIMCOM, TENGGARONG - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah-Rendi Solihin berupaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) para janda agar mampu bersaing di dunia kerja.
Edi damansyah berkeinginan kuat dalam membuat terobosan serta target yang dapat mengakomodir para janda, salah satunya melalui pemberdayaan.
Pasangan petahana ini mengusung visi misi Kukar Idaman Terbaik, terdiri dari 17 Program Dedikasi tertuang dalam 11 program dedikasi yang sepenuhnya ia wakafkan untuk rakyat.
Dalam program kerja tersebut terdapat Kukar Siap Kerja dan Wirausaha yang merupakan program unggulan ke-7 guna menekankan angka pengamgguran di Kabupaten Kukar.
Edi bersama Calon Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin akan menghadirkan fasilitas pelatihan dan peralatan sesuai bidang yang diinginkan. Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan keterampilan dan pembangunan karakter, ditargetkan dapat meningkatkan produktivitas para janda, khususnya dalam membantu dan menompang perekonomian keluarga.
“Saya sebagai pembina intinya Kelompok Pembinaan Para Janda itu memang sudah ada, dan tertuang dalam program lanjutan kami Kukar Idaman Terbaik,” jelasnya Edi.
Kopaja atau kelompok para janda itu telah resmi dibentuk. Mereka dikukuhkan melalui pembekalan dan bantuan sarana dan prasarana berupa alat memasak, mesin jahit, mesin obras hingga peralatan salon.
Jika kembali terpilih Edi akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait yakni Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker).
“Pemberdayaan ini dilakukan memberikan peluang fan penunjang bagi kelompok para janda, termasuk para pemuda yang ingin berwirausaha,” tuturnya.
Edi ingin Kukar Siap Kerja dan Wirausaha bagi para janda memberikan kekuatan bagi orang tua tunggal yang telah menanggung bebannya secara mandiri.
Keberadaan para janda melalui Kopaja ini merupakan wadah dalam mengayomi mereka dalam menghidupkan ekonomi keluarga. Menjadi poinnya para janda mendapatkan bimbingan dan pembinaan.
Mengingat, selama ini sebutan janda kerap diterjemahkan dengan berbagai macam makna, bahkan masih ada beberapa orang yang mengartikannya dengan cara negatif. Padahal para perempuan ini dipaksa oleh keadaan untuk menjadi tulang punggung, sehingga Edi ingin program ini nantinya bisa fokus menyasar para janda yang tidak mempunyai keahlian dan penghasilan.
“Ini persoalan serius, kami lakukan pemberdayaan merupakan tujuan menyelamatkan mereka,” sebutnya.
Program Kukar Idaman dan Kukar Idaman Terbaik berangkat dari keinginan lapisan masyarakat dari bawah, apa keinginan dari bawah, mereka serap dan mereka tangkap. (*)










