Kedua pasangan calon (paslon) yaitu Nomor Urut 1 Isran Noor – Hadi Mulyadi dan Nomor Urut 2 Rudy Mas’ud – Seno Aj, memaparkan visi dan misinya dalam momentum tersebut.
Isran Noor-Hadi Mulyadi dengan membawa program Kaltim Berdaulat Untuk Semua sedangkan Paslon nomor urut 2 memaparkan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas dan memaparkan visi dan misi beserta pendalamannya.
Satu yang menjadi sorotan penting yaitu tentang pendidikan yang mana paslon nomor urut 1 akan melanjutkan tentang Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) serta berupaya untuk melipatgandakannya, sementara paslon nomor urut 2 menggaungkan Gratispool sampai jenjang perguruan tinggi.
Terkait pendidikan sendiri, dalam debat publik tersebut turut menyinggung tentang digitalisasi pendidikan yang mana Hadi Mulyadi memaparkan aktifasi digital untuk pendidikan sudah menjadi konsentrasinya dalam satu periode jabatan kepala daerah, namun sayangnya pada saat itu program tersebut terkendala oleh kasus korupsi besar-besaran dalam Kementerian Komunikasi dan Informasi.
"Terjadi korupsi besar-besaran di kominfo yang membuat saran dan digitalisasi itu tidak terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu kami tetap akan memperjuangkan dengan segala keterbatasan untuk memastikan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi sesuatu yang penting dalam proses pembelajaran di Kalimantan Timur," kata Hadi.
Sementara Seno Aji dengan memaparkan program Gratispool, menurutnya dapat mengatasi persoalan digitalisasi pendidikan khususnya di wilayah yang minim akses internet.
"Dengan program gratis pol kita akan memberikan wi-fi gratis setiap desa ini akan meningkatkan digitalisasi desa akan meningkatkan sumber daya manusia," ujar Seno.
Editor: Aspian Nur