Menurut Sari, kampanye harus sesuai dengan etikanya, yaitu dilarang saling menjatuhkan untuk meningkatkan citra diri demi mengeruk suara dari masyarakat. Diharapkan masing-masing pasangan calon (paslon) dapat meningkatkan citra diri melalui pendekatan visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat ketika jadi lawan bicaranya.
“Harusnya untuk meningkatkan kapabilitas itu sampaikan visi dan misi paslon, ketika berbicara dengan petani ya sampaikan program pertanian, begitu juga yang lainnya sesuaikan kebutuhan, itu yang diharapkan, sehingga tepat sasaran,” ucap Sari dalam Diskusi Publik yang dilaksanakan Koran Kaltim di Ruang Rapat Koran Kaltim di Samarinda Kamis (17/10/2024).
Dengan gaya komunikasi politik saling sindir menurutnya bisa membuat kegaduhan di tengah masyarakat, sebab pemahaman setiap orang akan berbeda dalam menerima sebuah pernyataan dan hal itu tak diharapkan para akademisi terjadi.
“Yang kami harapkan dalam momentum ini, paslon dapat memberikan edukasi politik, bukannya justru menghadirkan pembandingan antar paslon,” tegas Sari.
Sari mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menyaring dari peristiwa-peristiwa politik yang terjadi belakangan ini, ia mengharapkan masyarakat tidak mudah mempercayai isu hoax yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Editor: Aspian Nur