Kemacetan Mengular di Jembatan Kartanegara Pagi Tadi, Mahasiswa Ini Minta Agar Kejadian Tak Terulang Lagi
1 menit baca511 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Terjadi kemacetan panjang yang menyebabkan aktivitas pagi masyarakat Kota Raja Tenggarong harus terhenti selama beberapa jam, Sabtu (21/9/2024) pagi. Di Jembatan Kartanegara kendaraan terpantau tak bergerak, hanya sesekali lalu lintas terjadi, karena sistem buka tutup jalan.
Kemacetan membuat banyaknya kendaraan mengular dari jalur dua Samarinda-Tenggarong. Kondisi yang sama juga terjadi dari sisi Tenggarong, dari kawasan Jam Bentong hingga jembatan.
Kemacetan sudah mulai terjadi sejak pukul 07.00-09.00 WITA. Macet terjadi karena adanya dua kegiatan besar yang berlangsung secara bersamaan, yakni pembukaan Erau Adat Kutai di Museum Mulawarman dan Stadion Rondong Demang pukul 08.00 WITA.
Kemudian deklarasi salah satu Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar, di Halaman Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang pukul 06.00 WITA.
Salah satu pengendara, Nadia mengaku terjebak macet selama lebih dari satu jam lamanya. Mahasiswi yang menempuh pendidikan S2 di Samarinda ini mengaku harus menghadiri perkuliahan pukul 08.00 WITA.
"Padahal hari ini saya ada presentasi di kampus, karena macet begini sepertinya saya bisa terlambat lebih dari satu jam," Katanya.
Nadia menyebut, saat itu posisinya berada di tengah-tengah jembatan. Ia sempat melihat ambulans yang ingin lewat, tetapi terhambat akibat kemacetan di atas jembatan.
Warga Tenggarong ini menyayangkan penanganan lalu lintas yang terkesan kurang dipersiapkan, mengingat banyaknya aktivitas yang harus dilakukan masyarakat saat pagi hari.
"Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi, dan bisa dipikirkan dengan bijak untuk melaksanakan acara ke depannya,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, macet panjang di jembatan mengular selama dua jam tersebut mulai bisa diatasi sekitar pukul 09.00 WITA, kepolisian berhasil mengurai perlahan melancarkan lalu lintas di badan jembatan.
Hal ini membuat beberapa pengendara yang hendak melintas harus mengambil jalur alternatif, seperti penyeberangan feri, jalur Loa Janan, dan Jongkang-Karang Paci. (*)
Editor: Aspian Nur










