“Ada lima provinsi dengan kerawanan tertinggi pada tahapan pencalonan, kampanye dan pungut hitung yaitu Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah,” ujar Ketua Bawaslu Rahmat Bagja melansir dari Antaranews.com Selasa (27/8/2024) pagi ini.
Bagja juga menyinggung tingginya tingkat kerawanan di Kalimantan Timur berkaitan dengan perpindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara. “Kalimantan Timur juga ada kaitannya juga dengan ibu kota negara dan lain-lain, berkaitan dengan hak pilih warga yang ada di daerah tersebut,” kata Bagja.
Sebanyak 28 provinsi berada di kategori rawan sedang dengan empat provinsi masuk ke kategori rawan rendah. Pemetaan kerawanan Pilkada Serentak 2024 berdasarkan kepada 27 indikator. Setiap indikator memastikan ada dan tidaknya sebuah kejadian, serta memiliki bobot masing-masing.
Skor akhir untuk setiap daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dihitung dengan menjumlahkan skor indikator yang telah dibobot.
Sementara itu, di tingkat kabupaten/kota, pemetaan kerawanan Pilkada 2024 merekam ada 84 kabupaten/kota (16 persen) yang masuk ke kategori kerawanan tinggi. Kemudian ada 334 kabupaten/kota (66 persen) yang masuk kategori kerawanan sedang, dan terdapat 90 kabupaten/kota (18 persen) yang masuk kategori kerawanan rendah.
Sebagai tindak lanjut dari pemetaan tersebut, Bawaslu RI berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti pemerintah daerah, aparat kepolisian, aparat TNI, serta aparat keamanan lainnya. “Untuk memastikan agar ada mitigasi jika ada keamanan yang terganggu,” tutup Bagja.
Editor: Aspian Nur