"Pengamanan logistik pilkada di wilayah 3T memang menjadi atensi kami untuk memastikan semuanya berjalan lancar," kata Sekretaris Badan Kesbangpol Kaltim Ahmad Firdaus Kurniawan melansir dari Antaranews.com Sabtu (20/7/2024) hari ini.
"Kami sudah berkoordinasi dengan KPU (Komisi Pemilihan) dan menyadari adanya kesulitan distribusi logistik di beberapa kabupaten termasuk Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan wilayah 3T lainnya," ujar Firdaus lagi.
Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik. Kesbangpol Kaltim memastikan, ketika logistik sudah tersedia di ibu kota kabupaten masing-masing, ada perhatian khusus dari semua pihak terkait untuk mendukung distribusi logistik hingga ke titik di tempat pemungutan suara (TPS).
Mereka juga mengidentifikasi beberapa kerawanan yang mungkin terjadi selama cuaca dengan curah hujan tinggi, yang diperkirakan masih berlangsung pada bulan November.
"Tantangan geografis Kalimantan Timur, ditambah potensi hujan, dapat mempersulit distribusi logistik, terutama karena bahan logistik yang berupa kertas sangat rentan terhadap kerusakan jika terkena air," terang Firdaus.
Belajar dari pengalaman banjir yang sering terjadi di beberapa wilayah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat, Kesbangpol Kaltim telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif. "Kami telah melakukan rapat koordinasi berkali-kali untuk memastikan keamanan proses demokrasi di daerah," kata Firdaus.
Tren partisipasi pemilih diharapkan terus meningkat pada Pilkada Serentak 27 November 2024. Partisipasi masyarakat dalam Pemilu serentak lalu mencapai 79,82 persen. "Kami berharap angka partisipasi yang sama dapat tercapai di Pilkada," tutup Firdaus.
Editor: Aspian Nur