"Kegiatan memang menyasar yang daerah dengan tingkat partisipasi rendah, Rempanga misalnya kemudian Marang Kayu, jadi dalam satu kecamatan mana yang tingkat partisipasi nya rendah itu yang kita datangi. Datanya ada sudah jadi kita pergi itu bukan tanpa sebab," kata Rinda.
Dirinya mengungkapkan rendahnya data partisipasi politik ini berasal dari pemilu pada 2020 lali, dimana tingkat partisipasi di Kukar hanya kisaran 50-an persen.
"Kalau data 2024 di Pileg Pilpres kita tinggi kan 83,78 persen, artinya kita melebihi target persentase nasional, kalau Pilkada (2020, red) kan tidak kita cuma 57 persen," ungkapnya.
Rinda menegaskan pentingnya pendidikan politik perempuan ini dalam rangka mewujudkan keadilan dan kesetaran gender. Tujuan umum dari pendidikan politik untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga Negara. Meningkatkan pemahaman peran perempuan dalam politik. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan tentang kepemimpinan dan meningkatkan kesadaran kritis peserta terhadap pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan gender.
Adapun tujuan khusus dari pendidikan politik perempuan ini meningkatkan pemahaman tentang hak azasi perempuan, menumbuhkan kepekaan, kesadaran dan komitmen dalam menegakkan keadilan gender meningkatkan pemahaman tentang advokasi kebijakan, meningkatkan minat perempuan untuk berperan aktif dalam organisasi/lembaga politik.
Secara garis besar tujuan utama dari pendidikan politik perempuan ini supaya perempuan Kukar paham tentang pentingnya partisipasi politik.
"Ya harapannya setelah kita lakukan pendidikan politik maka nanti pada setiap pelaksanaan pemilu persentase partisipasi politik masyarakat kita tinggi," tegasnya. (*)