Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda Firman Hidayat melalui Angota Komisioner Dwi Haryono menjelaskan, dirinya sudah menyambangi langsung beberapa anggota KPPS yang menjelani perawatan di tiga fasilitas kesehatan (faskes) yakni Rumah Sakit SMC, Rumah Sakit Dirgahayu dan Rumah Sakit Tentara.
Seluruhnya sudah diperbolehkan pulang dan beberapa anggota lainnya yang menjalani perawatan di rumah juga sudah membaik. KPU Samarinda juga berencana melakukan konfirmasi ulang terkait kesiapan kembali anggota KPPS yang mau melanjutkan tugasnya.
Namun sepertinya ide tersebut sedikit berubah, di mana pihaknya masih menunggu kabar bahkan hinga saat ini belum ada anggota KPPS yang menyatakan mundur usai insiden itu.
"KPPS yang sekarang sudah pulang semua, sudah saya konfirmasi ke Penitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), saat ini sudah tidak ada lagi personel KPPS yang dirawat di rumah sakit pasca kajadian itu," jelas Dwi. "Sampai sat ini belum ada konfirmasi terkait ada yang mengajukan mundur itu," lanjutnya.
Saat pihaknya secara langsung menyambangi anggota KPPS di rumah sakit mereka justru ingin lekas sembuh dan bergabung kembali bersam KPPS lainnya. Artinya, mereka tidak menyalahkan pihak KPU dan penyedia konsumsi. Menurutnya, anggota KPPS ini menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. "Mereka juga tidak menyalahkan, artinya ini musibah dan mereka juga tidak menyangka hal ini akan terjadi," papar Dwi.
Kegiatan yang diikuti memang prosedur tahapan yang ada. Kemudian PPS yang memesankan konsumsinya juga tidak bisa menyangka hal ini bakal terjadi. Hanya saja imbas akibat adanya kejadian ini, para KPPS tersebut belum bisa mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan belum bisa memastikan lagi jadwal penyelenggaraan susulan. "Tapi yang pasti sebelum tangal 5 Februari 2024 sudah harus tuntas," sebut Dwi.
Dari 70 orang itu tidak hanya terdiri dari anggota KPPS saja, tapi juga termasuk dari keluarga anggota KPPS. Terkait dengan perincian datanya masih belum bisa memastikan jumlahnya.
Editor: Aspian Nur