Ratusan anak muda mulai dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan hingga para santri hadir dan terlihat antusias menemui capres berambut putih tersebut.
Pada acara dialog ada peserta yang mengeluhkan akan adanya minat baca di Kaltim sangat minim, sehingga meminta untuk dapat diberikan motivasi.
"Bagi saya membaca adalah hal yang penting untuk kita semua, membaca bisa menggunakan banyak media saat ini, tapi budaya membaca itu harus kita kedepankan," ucap Ganjar menanggapi pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
Adapula keluhan yang datang dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM Unmul) Naufal Banu Tirta Satria yang mengadukan tentang kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan, dengan tegas Ganjar pun sebelumnya telah menyoroti hal itu bahkan telah menyampaikan kepada pihak berwenang.
"Begitu saya mengetahui informasi itu saya langsung hubungi Penjabat Gubernur Kaltim, bukannya sombong tapi ini saya lakukan sebelum jadi presiden," tegasnya sambil melemparkan guyonan.
Selain masalah BBM, Banu juga menginginkan agar adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) tak menggerus suku-suku asli di Kaltim, menurut Banu hal itu menjadi penting lantara ia tak menginginkan kondisi yang serupa seperti Suku Betawi yang kian perlahan mulai redup di tengah hiruk pikuk IKN di Jakarta.
Merespon hal itu, capres usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga memiliki pemikiran yang sama bahwa suku asli wajib dipertahankan.
"Tadi ada yang menginginkan agar adanya IKN tidak membuat suku asli terpinggirkan, tentunya saya menyetujui itu," tegas Ganjar.
Editor: Aspian Nur