Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, bilik suara yang diterima sebanyak 8.188 atau 4 kali dari jumlah TPS di Balikpapan. Untuk tinta yang diterima ada 4.094 botol.
"Segel kurang lebih jumlahnya 58 ribu ditambah segel plastik pengganti gembok, mirip kabel tis tapi ini lebih khusus," kata Noor Thoha kepada Korankaltim.com, Rabu (8/11).
Ribuan logistik itu sementara ditempatkan di gudang logistik lama yang berada di belakang Kantor KPU. Setelah dilakukan penghitungan jumlah, KPU nantinya akan membawa seluruh logsitik ke gudang KPU yang berada di Jalan Alam Baru, Somber.
"Hari ini kami lakukan penghitungan untuk mengetahui mana yang rusak mana yang tidak. Kalau ada yang rusak disisihkan nanti kami laporkan ke pusat," jelas Thoha.
KPU Balikpapan hingga saat ini masih menunggu kiriman logistik lainnya. Sejumlah item seperti kotak suara hingga saat ini masih dalam tahap pengiriman. Noor Thoha memperkirakan, pengiriman kota suara tiba seluruhnya pada akhir November mendatang. "Karena kotak suara dan bilik yang buat KPU Kaltim, jadi kami hanya penerima manfaat saja, penerima barang jadi saja," paparnya.
Selain kotak suara, KPU Balikpapan juga masih menunggu proses penyelesaian surat suara. Dimana saat ini, KPU masih melakukan koreksi terhadap spesimen surat suara sebelum naik ketahap cetak. "Kalau kelengkapan TPS lainnya seperti bantalan, paku, karet, tanda keluar masuk, id card itu kita buat disini nanti," ucap Thoha.
KPU Balikpapan memperkirakan kebutuhan logistik pada Pemilu 2024 akan tuntas Desember 2023 mendatang dan mereka masih menunggu kedatangan logistik lainnya untuk dilakukan proses pelipatan pada surat suara dan juga bilik.
"Kami ikuti saja, yang lelang juga bukan kami, prosesnya di KPU Kaltim dan KPU RI. Akhir bulan diperkirakan sudah tiba semua," pungkas Thoha.
Editor: Aspian Nur