Sebelumnya, Anies Baswedan dideklarasikan Partai Nasional Demokrasi (NasDem) pada 2 Oktober 2022 lalu sebagai Bacapres, artinya hampir membutuhkan waktu satu tahun Anies Baswedan baru menentukan pasangannya. Koalisi Perubahan dan Persatuan ini sebelumnya terdiri dari Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun setelah dipilihnya Cak Imin menjadi Bacawapres, Partai Demokrat seketika hengkang dari koalisi tersebut.
Telah resmi berpasangan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cak Imin mengatakan, pada Senin (28/8/2023) lalu ia diminta bertemu dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.
Pada pertemuan itu lah Surya Paloh melamar Cak Imin untuk mau berpasangan dengan Anies Baswedan sebagai Bacawapres. "Saya diminta jawaban saat itu juga, beliau mengatakan jika ingin Indonesia ke arah yang lebih baik lagi, maka mari kita berjabat tangan, saat itu karena niat dan tekad memiliki kesamaan, saya bersalaman dengan beliau," tutur Cak Imin dalam Pidato Politik Deklarasi Pasangan Anies Baswedan-Cak Imin di Hotel Yamato, Surabaya, Sabtu (2/9/2023).
Terdapat jangka waktu, pasca pertemuan itu Cak Imin langsung bergegas memanfaatkannya untuk menjalin komunikasi dengan para seniornya serta para kyai untuk meminta restu menjadi Bacawapres mendampingi Anies Baswedan. "Alhamdulilah setelah saya mencoba untuk meminta restu, kemudian disetujui, hingga puncaknya pada hari ini kita melaksanakan deklarasi," tegasnya.
Sementara itu, Anies Baswedan menyebutkan jajaran Koalisi Perubahan dan Persatuan juga turut mengikuti melalui via daring seperti seluruh unsur PKS. Anies menjelaskan, melalui deklarasi pasangan ini membuktikan perpaduan antara ideologi nasionalis dan religius akan menjadi kekuatan baru yang siap menyongsong perubahan serta perbaikan bagi Indonesia. "Menjadi sebuah kekuatan bersama, kekuatan masyarakat kota dan desa, kekuatan masyarakat di seluruh penjuru daerah, ini menjadi ikhtiar bersama," sebutnya.
Ia menegaskan, deklarasi kali ini bukan mengenai soal bagi-bagi porsi kue, melainkan hal itu berbicara tentang perjuangan yang tidak ringan untuk mewujudkan Indonesia ke arah yang lebih baik atas perjuangan pemerintah yang selama ini telah dilakukan.
Editor: Maruly Zainuddin