Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha disela sosialisasi menjelaskan, kegiatan ini penting, terutama bagaimana partai politik mengusung bakal calonnya ke KPU berkaitan dengan syarat-syarat dan mekansimenya.
Hal ini krusial karena ada sedikit perbedaan dengan Perturan KPU (PKPU) yang lama. "Untuk pencalonan parpol (partai politik) diberi keleluasaan untuk ada perubahan-perubahan sampai masa DCS (Daftar Calon Sementara). Dulu DCS kami tetapkan, itu tidak ada perubahan. Saat ini hal - hal yang lain juga menjadi penting karena sayat-syarat yang lainnya juga agak rumit dan melibatkan instansi lainnya, " papar Thoha kepada awak media.
KPU Balikpapan mengundang seluruh instansi terkait mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pengadilan Negeri, Kejaksaan dan kepolisian karena institusi tersebut yang mengeluarkan produk surat yang menjadi kelengkapan bakal calon. "Makanya kami minta stakeholder terkait secara langsung menjelaskannya," sebut Thoha.
Yang menjadi evaluasi seperti yang berkaitan dengan ijazah merupakan hal krusial. Karena pencalonan sebelumnya KPU menemukan ijazah hilang, mekanismenya seperti apa kalau hilang, apalagi yang bersangkutan memiliki ijazah sarjana.
Karena itu nantinya ijazah yang diserahkan merupakan ijazah SMA karena ijazah SMA ini kadang-kadang terabaikan. Pasalnya ada kasus dimana yang bersangkutan sudah bekerja diinstitusi, sudah ada ijazah sarjan tapi ijazah SMA nya tidak ada.
Sementara itu mengenai kursi, diakuinya memang ada perubahan. Setelah pihaknya hitung berdasarkan jumlah penduduk disetiap kecamatan.
Ternyata di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Timur ada penambahan jumlah penduduk agak signifikan. Balikpapan Timur tadinya 5 kursi menjadi 6 kursi dan Balikpapan Selatan yang tadinya 9 kursi menjadi 10 kursi. "Sementara itu di Balikpapan Kota dan Tengah untuk penambahan penduduk tidak terlalu signifikan. Yang signifikan itu bertambah itu ada di Balikpapan Timur dan Selatan. Makanya terjadi pergerakan perubahan kursi di Timur dan Selatan jadi sesuai dengan jumlah ring penduduk 5 ratus sampai 1 juta, untuk jumlah kursinya 45 Kursi," tutup Thoha.
Editor: Aspian Nur