"Usulan rancangan dapil kemarin itu agak mengagetkan juga bahwa seolah-olah sudah disepakati, karena kami khususnya untuk di Gerindra maupun di Dapil sini (Tenggarong, red) tidak menginginkan itu, alasannya pertama bahwa Tenggarong ini Ibu Kota Kutai Kartanegara tentu harus diperkuat baik itu segi anggaran maupun keterwakilannya," kata Alif kepada korankaltim.com, Rabu (21/12/2022).
Alif yang juga Wakil Ketua I DPRD Kukar ini menegaskan keterwakilan anggota dewan di setiap dapil sangatlah penting guna mengakomodir semua aspirasi dalam kaitannya untuk pembangunan di kecamatan-kecamatan.
"Itu penting ya, jangan justru Ibu Kota nya pembangunannya malah kurang keterwakilannya juga kurang, itu pertimbangan politik saya, keterwakilan untuk masyarakat juga begitu, masih banyak yang disini (Tenggarong, red) harus kita perjuangkan" tegasnya.
Ketika ditanya alasan usulan rancangan perubahan jumlah kursi ini dikarenakan adanya pertumbuhan penduduk, Alif berharap justru untuk Dapil 1 Tenggarong jangan dikurangi, justru kalau perlu ditambah.
"Pertumbuhan penduduk, malah banyak di Tenggarong jadi harapan Gerindra balik ke opsi yang dulu, kajiannya harus komprehensif dan lengkap, serta kebutuhan dapil 1 pun harus kita perhatikan, jangan hanya semata-mata keterwakilan, keterwakilan pun kalau di Dapil 1 sini masih kurang, kalau perlu malah ditambah, kasihan pak Bupati nanti kalau menganggarkannya, pak Bupati lho tinggal disini," demikian Alif.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi