"Generasi Milenial dan Generasi Z diprediksi menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar di Pemilu 2024 mendatang, karena itu kami sosialisasikan kepada para pemilih pemula ini," ucap Daus, sapaan akrab Firdaus Kurniawan yang juga ketua panitia.
Pemilih milenial pada Pemilu Serentak 2024 diprediksi jumlahnya meningkat. Jika berkaca pada Pemilu Serentak 2019, data dari KPU jumlah pemilih muda sudah mencapai 70 juta - 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Artinya 35 sampai 40 persen pemilih muda sudah mempunyai kekuatan dan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada kemajuan bangsa.
Tapi persoalan lain yang bisa terjadi pada keikutsertaan para pemilih muda dalam pesta demokrasi itu, mereka juga bisa berpeluang menjadi penyumbang golput dalam Pemilu 2024.
"Harapannya dapat tumbuh kesadaran dan pemahaman kaum muda tentang pentingnya pelaksanaan Pemilu Serentak 2024. Selain itu juga tingkatnya pengetahuan kaum muda khususnya di bidang politik sehingga dapat optimal berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi menjelang Pemilu Serentak 2024," jelas Daus.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Setdaprov Kaltim HM Aswin mengatakan, pemberian pemahaman kepada para generasi muda yang baru pertama kali memilih itu sangatlah penting.
"Pesan saya untuk semua peserta, ikuti sosialisasi ini dengan baik, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke kawan-kawannya," kata Aswin.
Buntut dari pemahaman dan keikutsertaan para pemilih pemula ini nantinya yang akan membuat demokrasi menjadi lebih maju di masa depan.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur