Ja'ang mengatakan setelah selesai S3 dan juga sebelum S2 Magister Hukum (MH) agar linear, ia secara bulat melanjutkan karir sebagai akademisi.
"Terima kasih kami sampaikan kepada pimpinan partai, dan saya tidak pindah partai dan juga tidak berpolitik lagi,” tulis Ja'ang dari rilis yang diterima Korankaltim.com, Rabu (6/7/2022) siang tadi.
Saat ini Ja'ang akan kembali ke masyarakat sebagai orang biasa tanpa harus ada sekat. Menurutnya 20 tahun menjabat sebagai nakhoda di Kota Samarinda ini merupakan waktu yang cukup lama.
“Anak, menantu senang dan mendukung penuh keputusan ini, sehingga kebersamaan yang dulu tidak intens mulai dua periode wakil wali kota dan dua periode wali kota. Insya Allah di masa-masa ini akan menebus kebersamaan keluarga,” ungkap Ja'ang.
Adanya isu-isu yang berkembang tersebut ditanggapinya secara tegas.
“Memang ada yang menyebut maju Pilgub Kaltim. Bahkan ada juga teman petinggi media yang menyarankan maju di DPD RI dengan membuatkan perhitungan sebagai calon jadi berkaca dari hasil Pilgub 2018 lalu. Katanya tanpa modal besar pasti jadi,” beber Ja'ang.
Tak hanya itu, Jaang mengungkapkan ada dorongan dari para sahabatnya agar maju ke Pilbup Kutai Barat.
“Suara kami waktu di Pilgub juga menang. Selain pulang kampung, juga diminta mengabdi membangun daerahnya. Ini banyak teman menyarankan,” tambahnya.
Sementara putra Syaharie Jaang, Muhammad Thezar Firrizqi menyambut gembira keputusan bulat ayahnya untuk tidak berpolitik lagi.
“Bisa dihitung dengan jari kami bisa satu mobil. Tapi sekarang sudah sering saya sama isteri bisa jalan satu mobil dengan papah dan mamah,” ungkap Thezar.
Tak hanya itu, Thezar yang sebelum juga menjadi pengurus di DPC Partai Demokrat Samarinda menyatakan mundur.
“Saya mundur dari politik karena kesibukkan di pekerjaan serta tak ingin terlalu mengabaikan keluarga rumah tangga. Terima kasih atas pengalaman yang telah saya dapatkan di partai dan tentunya berguna bagi saya,” tuturnya.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Aspian Nur