"Ada lima catatan penting yang harus menjadi perhatian pemerintah terkait IKN," kata Irwan melalui rilisnya kepada Korankaltim.com Selasa (19/4/2022) hari ini.
Irwan sendiri dipercaya Ketua Komisi V DPR RI memimpin kunker reses Komisi V ke IKN bersama mitra kerja dari Kementerian PUPR, Badan Otorita IKN, Kemenhub, Kemendes, BMKG dan Basarnas serta Kadis PUPR Prov Kaltim serta Bupati Penajam Paser Utara.
Catatan pertama yang diberikan Irwan yaitu diperlukan adalah perencanaan skema pembangunan yang komprehensif dan terintegrasi dengan memperhatikan pembangunan daerah sekitar, sebagai penyangga IKN dan pembangunan wilayah terdekat, dalam hal ini kawasan timur Indonesia.
"Kedua, peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur pendukung konektivitas seperti jalan dan jembatan, serta dukungan ketersediaan sarana dan prasarana dasar seperti instalasi pengolahan air bersih, sanitasi, dan perumahan," papar Irwan.
Ketiga, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di IKN harus mempunyai korelasi langsung dengan jaringan transportasi, termasuk integrasi antar moda dan rencana pengembangannya.
"Baik itu pergerakan di dalam kota maupun pergerakan konektivitas regional atau antarkota atau wilayah," ucap Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim itu.
Catatan keempat adalah pemanfaatan teknologi yang optimal dalam mendukung IKN Nusantara menjadi smart city yang ramah lingkungan, terlebih IKN dimaksudkan juga sebagai role model kota di Asia.
Kelima, pentingnya koordinasi dan sinergi lintas sektoral dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan, termasuk koordinasi terhadap dampak sosial kemasyarakatan dan lingkungan dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur di IKN.
"Komisi V DPR RI akan mengawal pembangunan IKN agar bisa dilaksanakan sesuai yang telah direncanakan," kata Irwan yang juga sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat itu.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur