Komisioner KPU Kukar Divisi Perencanaan Program Data Yuyun Nurhayati mengungkapkan, dari hasil pemutakhiran bulan lalu itu terdapat sebanyak 41 orang pemilih baru, 14 laki-laki dan 27 perempuan, 40 diantaranya adalah pemilih pemula.
Data ini didapatkan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menangani SMA/Sederajat, juga dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) yang membawahi Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta.
"Kami selalu berkoordinasi untuk mendapatkan data siswa-siswi yang nantinya sebagai pemilih pemula pada Pemilu tahun 2024 mendatang," kata Yuyun.
Jika dilihat grafisnya, rekapitulasi pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) ini menyentuh hingga angka 1.901 pemilih laki-laki dan perempuan pada masa awal-awal pemutakhiran DPB, April 2021 lalu.
Angka pertumbuhannya mengalami fluktuasi di bulan-bulan berikutnya. Pernah angkanya tidak ada pertambahan pada bulan Juni 2021 dan tidak memenuhi syarat (TMS) satu orang.
Yuyun mengungkapkan, KPU Kukar memaksimalkan media sosial dan website untuk mensosialisasikan soal pemutakhiran data pemilih ini agar masyarakat mengetahui apakah dirinya sudah terdaftar dalam daftar pemilih atau belum untuk menjamin hak pilihnya. Sayangnya upaya ini masih minim tanggapan dari masyarakat.
Sementara ini koordinasi dengan instansi terkait menjadi progres yang paling signifikan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini.
Dengan Disdikbud dan Kemenag terutama bagi Pelajar di Kutai Kartanegara yang memasuki usia pemilih pemula di bulan berjalan pelaksanaan DPB tahun 2022.
"Dan itu, setelah datanya kami sandingkan di Disdukcapil apakah siswa yang bersangkutan benar warga Kukar, apakah memiliki KTP-el dan sudah rekam atau belum, itu penting, setelahnya dilakukan proses pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan" pungkas Yuyun.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur