Luasnya Wilayah Kalimantan Timur Tak Sebanding dengan APBD
2 menit baca301 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry mengakui jika saat ini cukup banyak ruas jalan rusak di daerah ini, baik yang berstatus jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota.
Kondisi ini memang bisa dimaklumi mengingat cakupan wilayah yang sangat luas. Sementara di sisi lain, anggaran boleh dibilang sangat kecil sehingga tak mampu untuk mengakomodir semua kebutuhan yang ada.
Sarkowi mengaku sudah menyampaikan langsung masalah ini ke Gubernur Kaltim Isran Noor pada kegiatan Musyawarah Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (Munas IKA Unmul) di Hotel Mercure Samarinda, belum lama ini.
Sarkowi yang juga alumni Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul ini mengatakan saat Munas tersebut, ia menyampaikan kepada Gubernur bahwa terdapat banyak keluhan masyarakat kepada orang nomor satu di Kaltim ini menyoal jalanan yang rusak.
“Saya bilang beberapa Pemkab dan Pemkot juga bertandang ke DPRD Kaltim untuk menyampaikan langsung persoalan tersebut,” kata Sarkowi Rabu (14/4/2021) kemarin.
Sementara Isran Noor sendiri tak menampik hal tersebut. Bahkan menurut Isran, ke depan perlu dibuat terobosan atas permasalahan tersebut dan meminta organisasi serta berbagai pihak di Kaltim untuk mendiskusikan guna memberi masukan yang efektif.
“Seperti IKA Unmul, perlu bantu buat diskusi soal itu. Begitu juga yang lain, silakan diberi masukan,” kata Isran seperti ditirukan Sarkowi.
Menirukan penjelasan Isran, pembangunan dan perbaikan program infrastruktur di Kaltim terkendala luas wilayah yang luar biasa, tetapi tanpa didukung anggaran yang memadai.
“Bandingkan Kaltim dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta, disana tidak luas tapi APBD-nya sangat besar. Kaltim ini terlalu luas, sementara anggaran minim,” sambung Sarkowi.
Disebutkannya, luas Kaltim ini hampir empat kali luas Jabar, dan hampir 200 kali luas DKI Jakarta. Sementara APBD Kaltim berkutat sekitar Rp10 triliun tiap tahun. Sedangkan APBD Jabar Rp44 triliun dan APBD DKI Jakarta Rp84 triliun. “Di pusat alasannya penduduk Kaltim sedikit, tapi kan kita ini tidak membagikan uang ke orang per orang penduduk, tapi membiayai pembangunan,” lanjutnya.
Luas Kaltim 127.346 Km2 dengan penduduk 3.648 juta jiwa. Sementara itu, luas Jabar 35.377 Km2 dengan penduduk 49, 9 juta jiwa dan luas DKI Jakarta 662 Km2 dengan jumlah penduduk 10,56 juta jiwa.
Saat pembahasan anggaran bersama tim anggaran eksekutif, perlu makin ketat dalam menentukan skala prioritas pembangunan dengan memperhatikan aspirasi warga. Ia menyarankan agar tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi infrastruktur lebih banyak dan sering menurunkan personel ke lapangan ketika ada keluhan masyarakat. “Biar tahu persis kondisi lapangan dan ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan tuntas,” tutup Sarkowi.
Penulis: */ Faishal Ays
Editor: Aspian Nur










