Meski di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Musda ini tetap akan dilaksanakan berdasarkan AD/ART, dan petunjuk pelaksanaan (juklak) nomor 2. Tahapan-tahapan yang termuat pasti akan dijalankan, dari proses penjaringan calon ketua, verifikasi, pemilihan, hingga penetapan calon. Harapannya, siapapun yang terpilih menjadi ketua DPD nantinya ialah kader yang memang memiliki niatan kuat untuk mengembangkan dan membesarkan Partai Golkar di Kukar.
“Target politis, bisa mendapatkan kursi di DPRD Kukar lebih dari saat ini. Juga harus menjadi figur pemimpin yang bisa mengayomi dan menjadi media pemersatu, serta menjadi fasilitator dalam memaksimalkan potensi-potensi kader yang ada di Kukar,” katanya.
Selain itu, juga mempersiapkan mesin partai untuk melakukan proses kerja-kerja politik pada momen akbar di 2024 mendatang. Sebagaimana arahan dari DPP, bahwa harapannya orang yang menjadi ketua DPD nantinya ialah orang yang diproyeksikan menjadi calon kepala daerah setempat. “Tanpa mengindahkan elektabilitas, popularitas, mudah-mudahanan banyak kader yang bisa kita himpun nantinya. Pun tanpa mengesampingkan hal lain seperti hasil survei,” paparnya.
Diketahui, pada perhelatan Musda Golkar Kukar ini, terdapat beberapa kader yang dikabarkan akan memperebutkan pucuk pimpinan. Antara lain Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, serta Ketua Komisi III DPRD Kaltim yang juga saat ini sebagai Plt Ketua Golkar Kukar Hasanuddin Mas’ud.
Saat dikonfirmasi, Hasanuddin mengaku memang memiliki niat untuk menjadi ketua DPD pada Musda kali ini. “Kita menunggu perintah saja. Saat ini masih belum ada. Tapi kalau nanti sudah keluar, siap aja kita jalankan perintahnya,” tegas Hasan.
Penulis : */Faisahl Ays
Editor : Bambang Irawan