Myanmar, negara tetangga kita juga sedang menggelar Pemilu.
Berdasarkan rilis yang dimuat situs resmi Union Election Commission atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Myanmar, kini negara itu tengah memasuki tahap penghitungan suara.
Pemungutan suara sendiri, telah digelar pada 8 November lalu.
Di negara yang juga dikenal dengan sebutan Burma ini, pemilu memperebutkan total 315 kursi di Majelis Rendah Parlemen yang beranggotakan 416 orang, serta 161 kursi di Majelis Tinggi Parlemen yang berisi 217 anggota.
Seperti diketahui, saat ini Myanmar dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, yang menjabat sebagai Myanmar's State Counsellor, atau Penasehat Negara Myanmar.
Partainya, National League for Democracy (NLD) atau Liga Nasional untuk Demokrasi menjadi partai penguasa sejak memenangkan Pemilu pada 2015 silam, dengan total Raihan 390 kursi.
Merujuk laporan yang diterbitkan situs berita Myanmar The Irrawaddy, para pendukung wanita yang pernah meraih hadiah Nobel Perdamaian itu melihat popularitas Daw Aung San Suu Kyi yang lebih tinggi tahun ini daripada pada pemilihan umum 2015 dengan lebih dari 60.000 suara untuk kursi Majelis Rendah kotapraja. Pada 2015, Daw Aung San Suu Kyi menerima lebih dari 50.000 suara. Kandidat dari oposisi utama Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) menerima sekitar 11.000 suara.
Bahkan, dalam beberapa laporan media setempat, para pendukung Suu Kyi telah mengeklaim kemenangan meskipun belum ada pengumuman resmi dari KPU.
Penulis/editor : Rusdi
Diolah dari berbagai sumber.