Dia mengatakan, dengan terbitnya SK Golkar di Kukar untuk Edi-Rendi, menandakan seluruh partai telah memastikan arah dukungan, kecuali Hanura.
Hasan menuturkan, pihaknya mengusulkan beberapa nama kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk kader Golkar juga yang dianggap memiliki potensi kuat.
Namun, setelah dilakukan survei oleh DPP, ternyata yang tertinggi hingga mencapai 65 persen itu adalah Edi-Rendi.
Lanjut dia, terbitnya SK dari Partai Golkar kepada pasangan Edi-Rendi itu, menutup peluang calon rivalnya yakni pasangan Awang Yacoub Luthman (AYL) dan Suko Buono karena tidak mencukupi persyaratan kursi yang dibutuhkan untuk mendaftar ke KPU Kutai Kartanegara.
"Sehingga ini berpotensi melawan kotak kosong," kata Hasan kepada korankaltim.com, Sabtu (22/8/2020).
Diketahui, dukungan yang dimiliki pasangan AYL-Suko kini tersisa hanya 5 kursi dari PKB. PAN yang sebelumnya juga mendukung bersama PKB, justru menarik dukungan dan mengalihkannya kepada Edi-Rendi.
Menurut Hasan, kabar PAN menarik dukungannya, itu juga yang memperkuat posisi Edi-Rendi untuk diberikan SK oleh Golkar. Sebab, apabila tidak ada surat dari PAN, kemungkinan Golkar masih berpotensi memberi tiket kepada pasangan lain.
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: M.Huldi