Komunikasi antar partai juga telah dijalinnya. Bahkan PDI Perjuangan (PDIP) disebutnya telah membuka pintu koalisi. Berdasarkan perolehan kursi, PDIP Kukar jumlahnya di atas PAN. PDIP punya tujuh kursi, sedangkan PAN hanya lima. Karena itu, ia tak masalah hanya di posisi Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati (Wabup) Kukar. “Posisinya, PDIP punya calon nomor satu. Tentu kami sambut dengan sukacita. PAN siap mengisi nomor duanya,” kata Darlis.
Harapan akan terciptanya koalisi kedua partai itu sangat besar. Karena Darlis mengklaim keduanya sudah saling memahami. Bahkan sudah bisa membuat program pemenangan Pilkada Kukar 2020. Lama mengurusi komisi yang membidangi infrastruktur Kaltim, Darlis paham Kukar masih perlu banyak perbaikan terutama sarana infrastruktur di kawasan hulu dan membuka akses desa yang terisolasi.
“Kukar masih punya banyak desa yang susah diakses. Pembangunan dan pemerataan perekonomian jadi terhambat. Ironis mengingat Kukar juga dikenal sebagai kabupaten yang kaya. Itulah salah satu pekerjaan besar yang menjadi program utama saya nanti,” sebut Darlis.
Solidnya PAN dalam mendukung Darlis juga semakin terasa setelah Wakil Ketua DPW PAN Kaltim, Baharuddin Demmu yang sebelumnya sempat dikabarkan turut serta dalam kontestasi itu, memastikan dukungannya untuk Darlis meski keputusan DPP PAN untuk dukungan figur internal itu belum turun. “Sebagai Kader PAN saya mendukung penuh Darlis Pattalongi untuk maju pada Pilbup Kukar. Insya Allah memang beliau yang maju,” katanya.
Demmu mengatakan tak akan ngotot maju. Apalagi bila telah diarahkan oleh partai. Dirinya dan Darlis sudah saling memahami karakter sejak masa kuliah. Bahkan tak hanya dengan PDIP, saat ini PAN tetap membangun komunikasi dengan semua partai. “Tujuannya jelas, untuk sama-sama menyatukan kesamaan pandangan membangun Kukar ke depannya,” jelas Demmu. (*)
Penulis: */Adhi Abdhian
Editor: Aspian Nur