Golkar tak butuh berkoalisi.
Poros selanjutnya, ada PDIP dan PKB yang diprediksi bakal berkoalisi dengan total 12 kursi. Kemudian poros ketiga ada Gerindra, PAN dan PKS yang juga bisa berkoalisi dengan total 15 kursi. “Kalau diihat-lihat, memang ada peluang lahirnya tiga poros di Pilkada Kukar,” kata Zulkifli, Rabu (3/7) kemarin.
Sementara untuk partai yang memiliki kursi minim, seperti NasDem 2 kursi, Hanura dan PPP yang masing-masing 1 kursi akan mencari posisi aman atau yang dianggap paling kuat dalam kontestasi pemilihan lima tahunan tersebut.
Selain tiga poros tersebut, Dekan Fisip Unikarta ini juga memprediksi bakal ada jalur independen atau jalur perseorangan. Nama Bupati Kukar Edi Damansyah dan Ketua Komisi IV DPRD Kukar Isnaini disebutnya berpeluang.
“Kalau saya lihat Edi dan Isnaini bisa saja maju lewat jalur independen. Namun, itu tergantung peta politik nanti. Artinya tergantung 'isi tas' jika ingin maju lewat jalur parpol,” katanya.
Sekadar diketahui, Edi belum menentukan partai sebagai kendaraan politiknya. Maklum, sebelumnya Edi merupakan seorang birokrat. Sementara Isnaini adalah kader Golkar. Isnaini sudah menyatakan bakal maju di jalur perseorangan. Kemungkinan besar Golkar tak lagi meliriknya.
Sementara figur-figur lain yang sudah muncul ada Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu, Ketua DPD PKB Kukar Puji Hartadi, anggota DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman, eks Ketua KPU Kukar Junaidi Syamsuddin, Ketua DPD Gerindra Kukar Rudiansyah, serta Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun.
Penulis: */sabri
Editor: M.Huldi