Anggota DPRD Kukar ini mengaku percaya diri (PD) jika mengusung Ali Hamdi berlaga di pemilihan lima tahunan tersebut. Sebab sejauh ini Ali Hamdi boleh dibilang sebagai kader terbaik PKS di Kukar. “Kita ya PD aja, enggak takut ditinggal partai lain atau apa? Kalau perlu, mereka yang mengusung calon dari PKS,” sebut Firnadi.
Bahkan, Firnadi sendiri memastikan jika nantinya ia yang justru ditunjuk maju di Pilkada Kukar 2020, ia lebih memilih menolak dan mempercayakannya kepada Ali. “Jika ditunjuk partai, ya enggak siap lah saya. Saya nolak dulu lah. Sebab cakupan suara saya masih satu dapil, beda dengan Pak Ali Hamdi yang se-Kukar,” tegas Firnadi.
Meski percaya diri mengusung Ali Hamdi maju di Pilkada Kukar, tapi langkah PKS dipastikan tidak bisa berjalan mulus. Di DPRD Kukar, PKS hanya punya 3 kursi. Sementara maju di Pilkada Kukar harus punya 9 kursi sebagai syarat pencalonan. Artinya PKS masih butuh tambahan 6 kursi.
Dengan perolehan tiga kursi tersebut, PKS sadar hanya bisa mengincar posisi Cawabup Kukar atau 02. “Kalau posisi tiga kursi, ya target kita kursi 02 lah. Kita sadar diri,” ungkap Firnadi.
Untuk koalisi partai pada Pilkada 2020, Firnadi mengaku belum melakukan komunikasi ke partai manapun. Begitu juga di internal partainya. Sebab masih menunggu arahan DPW PKS Kaltim. “Belum ada pembicaraan koalisi partai, begitupun internal PKS,” katanya.
Sekadar diketahui, nama-nama yang sudah muncul di bursa Cabup Kukar ada Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun, Bupati Kukar Edi Damansyah, anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu, anggota DPRD Kukar dari Golkar Awang Yacoub Luthman, anggota Komisi IV DPRD Kukar Isnaini, Wakil Ketua DPRD Kukar Rudiansyah, Ketua DPC PKB Kukar Puji Hartadi dan masih banyak figur lainnya.
Penulis: */Sabri
Editor: M. Huldi