KPU Berau Masih Khawatir Partisipasi Pemilih Rendah
1 menit baca837 kali dibaca

TANJUNG REDEB - Ketua KPU Kabupaten Berau Roby Maulana mengungkapkan sedikit kekawatirannya yaitu bakal rendahnya partisipasi pemilih saat pelaksanaan Pilgub Kaltim 27 Juni 2018. Menurutnya, libur panjang ditambah libur sekolah bakal mempengaruhi kehadiran pemiih ke lokasi tempat pemungutan suara (TPS).
“Kita sedikit khawatir, karena pemungutan suara Pilgub Kaltim bersamaan dengan libur panjang dan libur sekolah yang ditetapkan pemerintah,” kata Ketua KPU Berau Roby Maula, kepada Koran Kaltim.
Roby membeber kekhawatiran KPU ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data, mayoritas pemilih yang berdomisili di Kabupaten Berau saat ini adalah warga pendatang. Besar kemungkinan, warga pendatang tersebut banyak yang pulang kampung dan belum kembali saat pesta demokrasi yang diselenggarakan saat ini.
“Pada hari pencoblosan mereka banyak yang belum kembali ke Kabupaten Berau,” kata dia.
Sebagai penyelenggara pilkada, KPU kata dia tak bisa menginterfensi. Mengingat, pulang kampung sudah merupakan budaya tahunan masyarakat.
Besar kemungkinan orang tua, apalagi yang ASN akan menikmati liburan panjang bersama keluarga. Libur ini banyak dimanfaatkan karena bersamaan dengan tradisi pulang kampung saat Idul Fitri.
“Penyelenggara pemilu maupun pemerintah tidak dapat melarang warga yang pulang ke tempat asalnya. Sebab, liburan merupakan hak mereka,” lanjutnya.
Menurut Roby Maulana, situasi libur panjang ini menjadi tantangan terbesar yang bakal memengaruhi partisipasi pemilih Pilgub 2018, khususnya di Kabupaten Berau. “Mungkin saja, kondisi ini tak hanya terjadi di Berau, tapi juga di seluruh daerah yang melaksanakan pilkada serentak,” ujarnya.
Roby menyebut, Pilkada Kaltim 2013 masyarakat Berau yang menyalurkan hak suara hanya 55,81 persen atau tingkat golput mencapai 44,19 persen.
“Sekarang, kami masih mencari cara agar masyarakat yang mudik tetap menggunakan hak pilih mereka. Kami terus berupaya agar Kabupaten Berau tidak banyak golput. Jadi jangan heran, ketika nanti kami ada acara arisan, kegiatan di tingkat RT maupun di tingkat sekolah. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkasnya. (ind)










