Mungkin masyarakat harusnya senang, karena Pemkot nampak bekerja maksimal. Tapi tak demikian pandangan Herdiansyah Hamzah. Pengamat dan akademisi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut menilai peresmian sejumlah proyek oleh Pemkot Samarinda dianggap mubazir. Selain itu peresmian juga dianggap bagian dari pencitraan wali Kota Samarinda kepada publik.
Herdiansyah Hamzah menganggap persesmian proyek hanya seremoni saja dan merupakan rutinitas biasa bagi pemerintah. “Sama dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) yang menandakan resminya proyek pembangunan dimulai. Kalau ini diakhir ketika sudah rampung,” ujarnya.
Disinggung apakah peresmian mendatangkan manfaat baik secara langsung dan tidak, ia tegas menyatakan sama sekali tak memberikan dampak. “Kalau ditanyakan urgensinya, ya tidak ada selain menandakan selesainya pembangunan proyek, cuma itu,” katanya.
Ia membeber, peresmian seakan menjadi ajang pemerintah khususnya wali kota untuk membangun citra positif dimata publik. Meski, lanjut dia bukan hal yang salah jika wali kota ingin membangun citra positif. Tapi akan lebih bagus, jika wali kota serius menangani permasalahan rakyat. Pencitraan seperti itu kata dia jauh lebih efektif dan tepat sasaran.
Herdi menambahkan peresmian dianggap sah-sah saja dan umum dilakukan. “Tapi saran saya lakukan peresmian dengan cara sederhana. Cukup secara simbolik. Tidak perlu mengeluarkan biaya yang wah,” ungkpanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan Pemkot Samarinda memang telah mengagendakan peresmian sejumlah proyek yang sudah rampung pada tahun 2017, secara fisik dan admionistrasi. Karenanya, ia memastikan kegiatan peresmian tersebut murni agenda yang sudah disiapkan.
“Juga masih dalam rangkakain HUT Kota Samarinda, kan ada kegiatan edukatif, entertainment dan juga peresmian ini,” tandasnya. (rs)