Menurutnya, strategi politik yang dikemas dalam roadshow yang dilakukan pasangan AnNur saat berkunjungan ke daerah-daerah bukan saja menggalang dukungan masyarakat dan kader partai koalisi, tapi juga sebagai bentuk kepeduliannya menjaring persoalan apa saja yang tengah dihadapi masing-masing daerah. Hasilnya, akan ada kesimpulan yang akan ditelurkan berupa ide-ide brilian sebagai langkah penyelesaiannya.
“Kunjungan AnNur ke daerah-daerah ini bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan-pembangunan yang belum rampung oleh gubernur sebelumnya,” katanya kepada Koran Kaltim.
Politisi Golkar ini mengungkapkan ada nilai positif Andi Sofyan Hasdam maju sebagai cagub karena yang bersangkutan merupakan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kaltim yang nota bene adalah partai penguasa di wilayah Kaltim.
“Dia bisa menggerakkan, seluruh legislatif yang ada di jajaran daerah-daerah. Jadi salah satu tujuan AnNur melakukan roadshow adalah menginventarisir proyek-proyek yang tidak selesai di daerah kabupaten/kota, baik itu tanggungjawab kota maupun tanggung jawab provinsi, Pak Sofyan dalam hal ini merangkum persoalan itu semua untuk dijadikan PR jika nanti jadi gubernur,” ungkapnya.
Hamdan menegaskan rakyat sekarang sudah bosan dengan janji-janji. Tidak ada alasan untuk gubernur sekarang tidak bisa menyelesaikan proyek karena dalam UU 23 jelas tertera gubernur sebagai koordinator anggaran.
“Intinya roadshow AnNur ini merangkum masalah-masalah, dengan ini maka jadilah program-programnya ke depan untuk menyelesaikannya, inilah yang menjadi nilai jual lebih pasangan ini. Selaku kader, kami siap memenangkan langkah mulia AnNur,” tegasnya. (hei)