"Memperkenalkan cagar budaya Rumah Dahor kepada para pelajar merupakan salah satu upaya Pertamina untuk mengajak generasi muda untuk peduli dan mendapatkan pembelajaran dari kekayaaan sejarah, selain juga memperingati Hari Pahlawan," kata Chandra dalam rilis ke korankaltim.com, Kamis (11/11/2021).
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar mendapatkan penjelasan mengenai cerita keberadaan Rumah Dahor yang tidak lepas dari perkembangan Kota Balikpapan sejak era lampau. Diharapkan mareka mendapatkan pemahaman tentang sejarah.
"Dengan mengenal sejarah, paling tidak mereka akan makin cinta, makin menyayangi daerahnya sehingga paham akan sejarah dan budaya daerah," harapnya.
Salah satu Relawan Dahor Heritage, Rudiansyah menjelaskan, pengelolaan rumah Dahor dilakukan bekerja sama dengan pihaknya dan Pertamina. "Kami terus memperkenalkan Rumah Dahor sesuai dengan moto kami Kunjungi, Lindungi dan Lestarikan," ujarnya.
"Terima kasih kepada Pertamina yang telah mengajak pelajar kami ke Rumah Dahor. Semoga para pelajar juga termotivasi untuk menjaga warisan budaya ini," timpal guru pendamping siswa SMK N 2 Balikpapan M. Nur Arif.
Sebagai informasi, nama Dahor diambil dari sebuah sumur minyak BPM pada 1930-1939 yang berada di daerah Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan yang berbatasan juga dengan Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur.
Kawasan perumahan ini terletak di daerah berkontur perbukitan dibatasi dengan sebuah jalan yang langsung berhadapan ke pantai. Dulunya, rumah-rumah ditujukan untuk pekerja BPM, perusahaan minyak asal Belanda.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan