Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Koordinasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda untuk pemanfaatan Bendung Waru.
1 menit baca2 kali dibaca

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Koordinasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda untuk pemanfaatan Bendung Waru.
Bupati PPU Mudyat Noor menjelaskan, pembahasan bersama BWS dilakukan untuk mencari solusi agar pemanfaatan Bendung Waru dapat lebih maksimal dalam memenuhi kebutuhan air bersih terutama musim kemarau.
“Kami terus berdiskusi soal bagaimana pemanfaatan Bendung Waru,” kata Mudyat Sabtu (24/10/2026).
Bendung Waru yang terletak di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru dibutuhkan ketika musim kemarau saat embung Lawe-lawe sudah tidak bisa dimanfaatkan.
“Penyokong terbesar air di PPU dalam kondisi kemarau saat ini memang Bendung Waru,” jelasnya.
Pemkab PPU berharap pembahasan dapat menghasilkan solusi untuk mengatasi persoalan air bersih, khususnya di daerah pesisir di Kecamatan Penajam.
Selain itu Pemkab juga membahas pengembangan jaringan irigasi pertanian untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas pertanian. Pihak BWS juga disebut telah menerima arahan dari Menteri untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut.
“Kami sudah berdiskusi juga sudah lapor dan Balai Wilayah Sungai sudah mendapat arahan dari Pak Menteri,” tutup Mudyat.
Editor: Aspian Nur
Bupati PPU Mudyat Noor menjelaskan, pembahasan bersama BWS dilakukan untuk mencari solusi agar pemanfaatan Bendung Waru dapat lebih maksimal dalam memenuhi kebutuhan air bersih terutama musim kemarau.
“Kami terus berdiskusi soal bagaimana pemanfaatan Bendung Waru,” kata Mudyat Sabtu (24/10/2026).
Bendung Waru yang terletak di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru dibutuhkan ketika musim kemarau saat embung Lawe-lawe sudah tidak bisa dimanfaatkan.
“Penyokong terbesar air di PPU dalam kondisi kemarau saat ini memang Bendung Waru,” jelasnya.

Pemkab PPU berharap pembahasan dapat menghasilkan solusi untuk mengatasi persoalan air bersih, khususnya di daerah pesisir di Kecamatan Penajam.
Selain itu Pemkab juga membahas pengembangan jaringan irigasi pertanian untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas pertanian. Pihak BWS juga disebut telah menerima arahan dari Menteri untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut.
“Kami sudah berdiskusi juga sudah lapor dan Balai Wilayah Sungai sudah mendapat arahan dari Pak Menteri,” tutup Mudyat.

Editor: Aspian Nur




Pusat gempa berada di darat 6 km BaratLaut Lebong
22 Okt 2026, 17:57:49 WIB • Kedalaman 120 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG