Sejumlah tahanan mengaku terpaksa ikut kabur karena mendapat ancaman dari salah satu otak pelarian bernama Melang.
Para tahanan menyebut, ancaman itu disampaikan sebelum mereka melubangi kloset yang kemudian digunakan sebagai jalur pelarian.
Melang, yang dikenal berwatak keras, memaksa seluruh penghuni sel untuk ikut kabur agar aksinya tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas.
“Saya takut, dia (Melang) marah dan bilang kalau tidak ikut keluar saya di ancam ketika di dalam sel. Jadi saya ikut saja karena takut,” ujar salah satu tahanan, Selasa (29/10/2025).
Sementara itu, tahanan bernama Yohanes, yang diketahui menjadi orang pertama keluar dari lubang pelarian, mengungkapkan alasannya melarikan diri hingga ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Ia mengaku kabur ke daerah tersebut karena memiliki banyak keluarga di sana dan berharap bisa bersembunyi lebih lama.
“Saya kabur ke Palangkaraya karena banyak keluarga di sana. Tidak ada niat jahat, cuma takut dan bingung mau ke mana,” kata Yohanes saat diperiksa penyidik Polresta Samarinda.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, membenarkan adanya pengakuan tersebut dan menyebut hal itu menjadi bahan pertimbangan tambahan dalam penyidikan.
“Memang ada beberapa tahanan yang mengaku terpaksa ikut kabur karena tekanan dari salah satu perencana utama. Pengakuan ini tetap akan kami dalami untuk memastikan kebenarannya,” ujar Kapolresta.
Hendri menegaskan seluruh tahanan kini telah diamankan dan akan dikenakan hukuman tambahan atas tindakan pelarian, termasuk bagi mereka yang menjadi perencana utama.
Editor: Erwin