Saat disinggung soal turunan Gunung Manggah yang sudah sering terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa, Jaang mengaku telah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda untuk melakukan pantauan ke lapangan.
“Begitu kejadian, saya langsung hubungi kepala dinas PU, untuk cek ke lapangan, apakah kondisi jalan dan kemiringannya menjadi persoalannya, atau ada human error serta lainnya,” ujarnya.
Dirinya juga meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi truk K 1376 LN yang menabrak para korban.
“Dishub dan polisi juga masih melakukan penyelidikan, belum tahu hasilnya, apakah karena kemiringan (badan jalan), human error atau faktor kendaraan yang tidak layak. Itu bisa dilihat dari uji kir-nya,” imbuhnya.
Terkait pemangkasan tanjakan di Gunung Manggah yang sebelumnya juga sudah pernah diwacanakan, Jaang belum bisa memastikan.
“Kalau itu (pemangkasan tanjakan) soal teknis, karena yang lebih tahu kan instansi yang menangani nantinya dan saya hanya mengambil kebijakan,” pungkasnya. Seperti diketahui, kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (30/1) lalu sekitar pukul 14.47 Wita, menewaskan empat orang. Korban meninggal dunia, yakni Awaluddin, Tri Prihatin Ningsih, Brilian Exlesia Gabriel dan Desti Noor.
Penulis: */Nancy
Editor: M. Huldi