Kanit Laka Lantas Ipda Henny Merdekawati menuturkan, untuk menentukan apakah kecelakaan itu terjadi karena rem blong atau penyebab lainnya, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
“Jadi, harus cek kendaraan dan keterangan dari Dishub terkait masalah kalayakan jalan kendaraan tersebut, itu dari pihak Dishub. Makanya kami belum bisa bilang rem blong,” ucapnya.
Jadi, lanjut Henny, saat ini kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini, polisi telah memintai keterangan tiga orang saksi yang saat itu ada di tempat kejadian perkara (TKP).
Henny kembali menjelaskan kronologis kejadian kecelakaan itu, di mana truk bermuatan pasir dengan nomor polisi (Nopol) K 1376 LN yang dikemudikan RS (50) melaju dari arah Sambutan menuju Pasar Sungai Dama.
Saat di turunan Gunung Manggah, truk kuning itu menabrak sepeda motor dengan nopol KT 2966 WZ yang dikendarai Awaluddin (38), kemudian menyeruduk Honda Karisma dengan nopol KT 4715 MY yang dikendarai Tria Prihatiningsih (43) berboncengan dengan anaknya Brilian Exlesia (12). Truk itu terus melaju, menghantam Honda Scoopy KT 3894 WZ yang ditunggangi Desti Noor (16).
Setelah peristiwa itu, polisi telah melakukan olah TKP pada Kamis (30/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Olah TKP dilakukan malam hari, karena menunggu kendaraan sepi.
“Nanti juga akan ada tim TAA (Traffic Accident Analysis) Polda Kaltim, untuk membuktikan penyebab kejadian,” pungkasnya.
Untuk saat ini, dua jenazah korban kecelakaan itu, yakni Awaluddin dan Desti telah dimakamkan oleh pihak keluarga, sementara korban ibu dan anak yakni Tria Prihatiningsih dan Brilian rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Kristen, Mangkupalas, Sabtu (1/2).
Penulis: */Nancy
Editor: M. Huldi