“Saya memang tidak pernah foto, tetapi gak tahu kenapa kemarin itu saya foto, ya itu yang tersebar di medsos,” terang Meli saat ditemui di rumahnya, Jalan Ratindo 7, RT 28, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, kemarin. Selain itu, ada firasat lainnya saat Yusuf diantar sang ayah pada hari di mana korban menghilang, yang biasanya saat diantar, Yusuf langsung masuk ke PAUD, tetapi saat itu, dirinya tidak mau dan malah menangis, sehingga sang ayah memaksanya untuk masuk.
“Biasanya dia senang-senang saja, tetapi kok kemarin itu merengek dan nangis gak mau masuk,” kata Bambang. Tak hanya itu, saat Yusuf dimandikan oleh sang ayah sebelum berangkat ke PAUD, dia memegang pipi ayahnya tersebut sembari mengelusnya. Sang ayah saat itu berpikiran jika tindakan anaknya itu merukapan perkembangan positif sejak 15 hari dititipkan.
“Saya positif saja, ternyata selama saya titip dan sekolahkan di PAUD ada perkembangan yang baik, dia mulai ada respon,” imbuhnya. “Ya, ternyata itu pertanda, anak saya hilang dan saya juga tidak tahu kenapa, biasanya jemput jam lima sore, tetapi waktu itu mau jemput cepat jam empat, ternyata dapat kabar anak saya hilang,” terang Bambang.
Terakhir kali, Yusuf mengenakan baju kaus merah tua serta lengan baju hitam bergambar monas dengan tulisan ‘Kota Jakarta’ dan celana warna dominan putih disertai les biru. Sejak empat hari dinyatakan hilang, pihak keluarga terus berupaya mencari keberadaan Yusuf.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, hingga saat ini, sebanyak enam saksi telah dimintai keterangan atas kejadian itu, yakni tiga orang dari PAUD, satu saksi warga sekitar serta kedua orang tua korban. “Sudah ada enam saksi kami periksa, tetapi memang semuanya ini tidak melihat secara langsung dan kami masih terus lakukan penyelidikan, untuk mencari petunjuk-petunjuk keberadaan korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur