“Korban ditemukan gantung diri sekitar jam 3 pagi, di depan rumah neneknya,” kata Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang Ipda Hadi Winarno, Rabu (6/6).
Sepekan sebelum ditemukan, lanjut Hadi, korban dipukul dengan sapu lidi oleh orang tua kandung sendiri, karena diduga telah mengambil kunci rumah milik neneknya. Tidak hanya itu, korban juga mengambil motor dengan bernomor polisi KT 6935 CF warna hitam tanpa sepengetauan pemiliknya.
“Pengakuan ibunya, pemukulan terhadap korban bertujuan untuk memastikan apakah benar korban adalah yang mengambil kunci rumah dan motor itu,” ujar Hadi.
Diduga akibat tuduhan itu, Rahayu diduga depresi sehingga memilih jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya. “Hasil pemeriksaan, pada bagian leher terdapat jejas jerat berbentuk lingkaran berwarna merah kehitaman,” ungkapnya.
Selain itu, pada kaki bagian paha sebelah kiri di atas lutut, juga terdapat memar kebiruan sepanjang kurang lebih 12 centimeter dan pada kaki bagian paha sebelah kanan di atas lutut terdapat memar kebiruan sepanjang kurang lebih 15 centimeter.
“Setelah menemukan, keluarga kemudian lapor polisi untuk kemudian korban dibawah ke rumah sakit AM Parikesit. Tapi di rumah sakit, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” tutup Hadi. (ami)