Kasat Lantas Polres Paser AKP Syarifah Nurhuda mengatakan, peristiwa itu bermula saat truk tanki bernomor polisi BM 8464 RO melaju kencang dari arah Tanah Grogot menuju Penajam Paser Utara (PPU).
“Diduga tak bisa mengendalikan laju kendaraannya di jalan turunan yang menikung ke kiri, ditambah lagi dengan kondisi jalan yang licin akibat hujan, sehingga membuat pengemudi truk tanki terpaksa mengambil jalur sebelah. Kemudian muncul truk bernopol DA 8175 LD dari arah berlawanan, sehingga truck tanki menabrak truk bernopol DA 8175 LD itu.” kata Syarifah, kemarin.
Tidak berhenti disitu, truk tanki yang dikemudikan O (38) warga Samarinda itu kembali menabrak truk bernopol DA 1064 LA yang juga datang dari arah berlawanan.
“Setelah terjadi tabrakan pertama, truk tanki masih belum berhenti dan kembali menabrak truk yang juga berjalan di belakang truk pertama,” ujar Syarifah.
Suara truk adu banteng itu terdengar sangat keras dan memantik perhatian warga sekitar. Satlantas Polres Paser, yang tiba di lokasi kejadian, bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara. “Peristiwa itu terjadi karena human error,” tambah Syarifah.
Empat orang mengalami luka-luka, dan dirawat di Puskesmas Long Kali, rumah sakit Penajam serta rumah sakit di Balikpapan. “Sebelum berkendara periksalah dulu kondisi kendaraan. Kemudian kelengkapan surat-surat. Yang utama tetap jaga konsentrasi saat berkendara,” demikian Syarifah. (dc1217)