Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER, Sudah pun sering disampaikan jangan membakar sampah disaat musim kemarau dan angin kencang saat ini namun bersemangat.
2 menit baca4 kali dibaca

Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER, Sudah pun sering disampaikan jangan membakar sampah disaat musim kemarau dan angin kencang saat ini namun bersemangat.
Alhasil, tak hanya sampah yang habis terbakar, rumah bangsalan 31 pintu ikut dilalap si jago merah.
Peristiwa itu terjadi Rabu (20/10/2026) malam tadi di Jalan Modang Kelurahan Tanah Grogot, Kabupaten Paser jelang adzan Magrib berkumandang.
Dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Paser termasuk informasi dari warga setempat diketahui api berasal dari sampah yang dibakar oleh seorang warga yang juga tinggal di bangsalan tersebut.
Kapolres Paser AKBP Sofyan melalui Kasat Reskrim Polres Paser AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala menjelaskan, dari keterangan Alimuddin yang merupakan pemilik bangsalan diketahui jumlah bangsalan yang terbakar ada 24 pintu dibagian belakang dan 7 dibagian samping Gang 45 sehingfa total ada 31 yang terbakar.
"Sebelum kebakaran terjadi pemilik bangsalan pergi ke kebun kemudian mendapat kabar dari istrinya kalau rumah bangsalan yang berada di belakang terbakar. Pemilik bangsalan langsung pulang dan mendapati bangsalan di belakang rumahnya sudah terbakar," ujar Yoshimata kepada Korankaltim.com Kamis (22/10/2026).
Dari keterangan warga bernama Slamet Riyadi yang berada tidak jauh dari lokasi, sebelum api berkobar dia melihat seorang ibu yang merupakan tetangga bangsalannnya sedang membakar sampah yang sangat dekat dengan rumah.
"Warga sudah sering kali memperingatkan ibu itu untuk tidak membakar sampah termasuk sebelum kejadian petang kemarin," jelasnya.
Dengan jarak kurang dari satu meter saat membakar sampah, si ibu bergeming karena merasa sudah sering membakar sampah.
"Api yang menyala langsung menyebar ke dapur dan mulai membakar lokasi. Rumah pertama yang menjadi sasaran api rumah milik saksi," terang Yoshimata.
Rumah bangsalan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat berkobar.
Petugas pemadam kebakaran yang telah menerima informasi tersebut langsung menuju lokasi. Namun karena kondisi panas dan bahan bangunan yang mudah terbakar api baru bisa dijinakkan selesai pukul 20.00 WITA.
Yoshimata mengaku bahwa pihaknya masih melakukan Lidik dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Setelah dilakukan pengamanan kami langsung melaksanakan lidik, jika memang nantinya ditemukan unsur kesengajaan bisa saja ada yang ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.
Sejumlah barang bukti telah diamankan. Seperti, potong kayu bekas terbakar, seng atap rumah, meteran listrik, tabung gas 3kg, bekas sampah plastik yang terbakar.
Editor: Aspian Nur
Alhasil, tak hanya sampah yang habis terbakar, rumah bangsalan 31 pintu ikut dilalap si jago merah.
Peristiwa itu terjadi Rabu (20/10/2026) malam tadi di Jalan Modang Kelurahan Tanah Grogot, Kabupaten Paser jelang adzan Magrib berkumandang.
Dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Paser termasuk informasi dari warga setempat diketahui api berasal dari sampah yang dibakar oleh seorang warga yang juga tinggal di bangsalan tersebut.
Kapolres Paser AKBP Sofyan melalui Kasat Reskrim Polres Paser AKP Yoshimata Judoningrat Surya Manggala menjelaskan, dari keterangan Alimuddin yang merupakan pemilik bangsalan diketahui jumlah bangsalan yang terbakar ada 24 pintu dibagian belakang dan 7 dibagian samping Gang 45 sehingfa total ada 31 yang terbakar.

"Sebelum kebakaran terjadi pemilik bangsalan pergi ke kebun kemudian mendapat kabar dari istrinya kalau rumah bangsalan yang berada di belakang terbakar. Pemilik bangsalan langsung pulang dan mendapati bangsalan di belakang rumahnya sudah terbakar," ujar Yoshimata kepada Korankaltim.com Kamis (22/10/2026).
Dari keterangan warga bernama Slamet Riyadi yang berada tidak jauh dari lokasi, sebelum api berkobar dia melihat seorang ibu yang merupakan tetangga bangsalannnya sedang membakar sampah yang sangat dekat dengan rumah.
"Warga sudah sering kali memperingatkan ibu itu untuk tidak membakar sampah termasuk sebelum kejadian petang kemarin," jelasnya.
Dengan jarak kurang dari satu meter saat membakar sampah, si ibu bergeming karena merasa sudah sering membakar sampah.







"Api yang menyala langsung menyebar ke dapur dan mulai membakar lokasi. Rumah pertama yang menjadi sasaran api rumah milik saksi," terang Yoshimata.
Rumah bangsalan yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat berkobar.
Petugas pemadam kebakaran yang telah menerima informasi tersebut langsung menuju lokasi. Namun karena kondisi panas dan bahan bangunan yang mudah terbakar api baru bisa dijinakkan selesai pukul 20.00 WITA.
Yoshimata mengaku bahwa pihaknya masih melakukan Lidik dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Setelah dilakukan pengamanan kami langsung melaksanakan lidik, jika memang nantinya ditemukan unsur kesengajaan bisa saja ada yang ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.
Sejumlah barang bukti telah diamankan. Seperti, potong kayu bekas terbakar, seng atap rumah, meteran listrik, tabung gas 3kg, bekas sampah plastik yang terbakar.
Editor: Aspian Nur



Pusat gempa berada di darat 9 km utara Tanggamus
21 Okt 2026, 18:58:36 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG