Selasa, 18/08/2026
Selasa, 18/08/2026
Desa Rantau Layung, satu diantara desa yang masih rawan pangan di Paser. (Foto: igborneo)
Selasa, 18/08/2026

Desa Rantau Layung, satu diantara desa yang masih rawan pangan di Paser. (Foto: igborneo)
Penulis: Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER - Ditengah semarak peringatan Hari Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Paser tetap fokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan satu diantara berkaitan dengan pangan.
Tahun ini Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Ketahanan Pangan fokus pada upaya pengentasan di Desa rawan pangan yaitu di Desa Rantau Layung, Rantau Buta, Slengot, Labuang Kalo Kayungo Sari dan Kladen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Arfah menjelaskan mereka tetap fokus pada upaya pengentasan desa rawan pangan merupakan indikator utama yang masuk dalam Visi Misi Bupati Paser.
"Tahun ini kami fokus memperhatikan indikator desa kerawanan pangan dan ada enam desa yang masuk kategori rawan pangan," ucap Arfah Selasa (18/8/2026).
Dalam pelaksanaan di lapangan diharapkan ada peningkatan sehingga bisa menjadi desa kategori mandiri pangan. "Kami berharapnya enam desa ini bisa naik status dari Desa Rawan Pangan menjadi Desa Mandiri Pangan," jelasnya.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian, diantaranya berkaitan dengan aspek ketersediaan pangan rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk yang mana luas lahan sawah atau pertanian produktif dibandingkan dengan total jiwa di desa.
Selanjutnya rasio sarana dan prasarana ekonomi penyedia pangan yang meliputi, jumlah pasar, toko, warung atau minimarket dibandingkan dengan jumlah rumah tangga.
Selain itu juga terdapat aspek keterjangkauan pangan yakni persentase penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Dengan indikator rasio jumlah rumah tangga miskin atau kelompok desil bawah di desa. Ketersediaan akses penghubung atau infrastruktur, terlebih lagi pada Kondisi desa yang tidak memiliki akses jalan darat, air, atau penghubung yang memadai dan rutin.
Kemudian terdapat aspek pemanfaatan pangan dan kesehatan rasio rumah tangga tanpa akses air bersih. Dan Rasio tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk.
"Dari enam desa yang ada, masih memiliki infrastruktur yang masih perlu dibenahi, ini menjadi kendala utama untuk mendorong ketahanan pangan di Desa, termasuk juga dengan ketersediaan pelayanan medis dan ketersediaan pelayanan air bersih," terangnya.
Dinas Ketahanan Pangan juga berupaya menerapkan program bantuan pada Enam Desa tersebut guna mengantisipasi kurangnya ketersediaan pangan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Perangkat Daerah serta instansi terkait, guna penyaluran bantuan berupa beras yang nantinya akan disalurkan ke setiap desa dengan berpedoman pada data Kemiskinan mulai dari Desil 1 sampai Desil 5," pungkas Arfah.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 18/08/2026
Desa Rantau Layung, satu diantara desa yang masih rawan pangan di Paser. (Foto: igborneo)
TERPOPULER