Ketua Pengkab PBSI Kutai Kartanegara Zulkifli mengatakan, kejuaraan bulutangkis ini merupakan persiapan Kutai Kartanegara menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) VII/2022 di Berau November mendatang.
Total keseluruhan atlet yang ikut 269 orang berasal dari 55 klub dan dilaksanakan sebanyak 14 kategori pertandingan putra dan putri.
Sunggono membacakan sambutan Bupati Edi Damansyah berhalangan hadir. "Pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi suksesnya Kejurkab ini, terlepas dari kalah atau menang kami berharap Kejurkab ini menjadi media silaturahmi untuk meningkatkan prestasi olahraga khususnya bulutangkis yang saat ini sangat banyak diminati oleh masyarakat," kata Sunggono.
Sementara Kepala Dispora Kukar,Aji Ali Husni menjelaskan, Kejurkab ini adalah rangkaian untuk persiapan Porprov yang bertujuan untuk melihat tolok ukur serta ada beberapa hal yang saat ini yaitu terhadap atlet yang telah didaftarkan untuk Porpov namun dievaluasi melalui ajang ini.
"Kalau trend nya bagus dan hasilnya bagus dilanjutkan, tapi kalau ternyata perlu peningkatan atau bahkan ada talenta baru itu yang kami daftarkan kembali, peran kami Dispora disini yang pasti memfasilitasi tempat untuk penyelenggaraan kejuaraan ini," jelas Ali Husni.
Di Porprov Berau Ali yakin bulutangkis bisa mendulang banyak medali, karena kualitas atlet bulutangkis Kukar sangat mumpuni. "Asli atlet Kutai Kartanegara, seperti pembinaan yang dilakukan di basis kecamatan yang memiliki potensi untuk atlet bulutangkis yang akan bertanding di Porprov, yaitu Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan dan Muara Jawa yang akan membela Kutai Kartanegara nanti," ucapnya lagi.
Sedangkan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, Rahman menyebut tujuan kejurkab ini adalah menyaring atlet lokal asli Kukar.
"Yan penting atlet asli Kutai Kartanegara, biar kalah yang penting asli urang Etam. KONI sangat mendukung, mudahan agenda ini bisa dilakukan setiap tahun dan menjadi agenda tetap sebagai penjaringan atlet mulai dari usia dini, junior sampai senior," tegas Maman, sapaan akrabnya.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur