Selasa, 10/02/2026

Sudah Mulai Latihan, Indonesia Bersiap Kirim Ribuan Pasukan ke Gaza untuk Misi Perdamaian

Selasa, 10/02/2026

Tentara Indonesia saat latihan beberapa waktu lalu, siap diberangkatkan ke Gaza untuk menjaga perdamaian. (reuters)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Sudah Mulai Latihan, Indonesia Bersiap Kirim Ribuan Pasukan ke Gaza untuk Misi Perdamaian

Selasa, 10/02/2026

logo

Tentara Indonesia saat latihan beberapa waktu lalu, siap diberangkatkan ke Gaza untuk menjaga perdamaian. (reuters)

KORANKALTIM.COM - Indonesia mulai mempersiapkan kontingen militer yang rencananya akan dikirim ke Jalur Gaza sebagai bagian dari  International Stabilization Force –(ISF) atau Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025 lalu. 

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan kalau pelatihan sudah berlangsung, dengan fokus pada spesialis teknik dan tenaga medis.

“Kami sudah mulai melatih mereka yang bisa menjadi pasukan penjaga perdamaian. Kami sedang mempersiapkan insinyur, tenaga medis, dan sebagainya,” jelas Simanjuntak. Pejabat militer berpangkat tinggi itu mengklarifikasi baik tanggal maupun kondisi pasti penempatan tersebut belum difinalisasi dan koordinator misi akan menentukan persyaratan operasional akhir.

Simanjuntak menyebutkan angka sementara antara 5.000 dan 8.000 pasukan yang diorganisir menjadi satu brigade namun itu hanya perkiraan yang masih dapat dinegosiasikan. 

“Satu brigade dengan jumlah antara 5.000 dan 8.000 orang, tetapi semuanya masih terbuka dalam negosiasi. Belum pasti. Jadi belum ada angka pasti untuk saat ini,” tegas Simanjuntak lagi. 

Proses tersebut mencakup koordinasi dengan markas besar Angkatan Bersenjata dan selanjutnya dengan Angkatan Darat untuk menentukan personel yang dibutuhkan dan mempersiapkan sumber daya.

Sementara menurut lembaga penyiaran publik Israel Kan, pasukan Indonesia akan menjadi yang pertama dikerahkan ke Gaza dan kemungkinan akan melakukannya dalam beberapa minggu mendatang. 

Sumber-sumber Israel yang dikutip oleh lembaga penyiaran tersebut mengindikasikan pasukan akan ditempatkan di sebelah tenggara Rafah, di daerah perbatasan antara wilayah Palestina dan Mesir. 

Jika dikonfirmasi, pengerahan ini akan menandai tonggak penting dalam hubungan antara Indonesia dan Israel, dua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

Keterlibatan Indonesia di Gaza merupakan bagian dari rencana perdamaian yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump yang dikenal sebagai Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza. 

Dewan Keamanan mengadopsi Resolusi 2803 dengan 13 suara mendukung dan dua abstain, dari Tiongkok dan Rusia, yang mengesahkan pembentukan Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi dan pembentukan ISF untuk memantau gencatan senjata, melucuti senjata kelompok bersenjata non-negara, dan melatih pasukan polisi Palestina yang baru.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan kepada Majelis Umum PBB September lalu kesediaan negaranya untuk mengirim hingga 20.000 tentara ke Gaza . "Jika Dewan Keamanan dan Majelis ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih banyak tentara untuk membantu memastikan perdamaian di Gaza," kata Prabowo saat itu, dengan syarat pengerahan tersebut bergantung pada adanya mandat PBB.

Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin mengkonfirmasi pada bulan November 2025 lalu kalau negara tersebut telah melatih hingga 20.000 personel yang berspesialisasi dalam bidang kesehatan dan konstruksi.

Indonesia adalah salah satu negara penyumbang pasukan terkemuka di dunia untuk misi perdamaian PBB  dan saat ini menempati peringkat kedelapan di antara 119 negara penyumbang pasukan, dengan lebih dari 2.700 personel militer dan polisi yang ditempatkan dalam sembilan misi di Lebanon, Republik Demokratik Kongo, Republik Afrika Tengah, Sudan Selatan, dan Sahara Barat, di antara wilayah lainnya. 

Sejak tahun 1957, ketika mengirim kontingen pertamanya ke Mesir sebagai bagian dari Pasukan Darurat PBB (UNEF), Indonesia telah mengerahkan lebih dari 24.000 personel dalam 30 misi selama hampir tujuh dekade.

Selain Indonesia, negara-negara seperti Pakistan, Azerbaijan, Turki, dan Mesir menyatakan minat untuk berkontribusi pada ISF, meskipun partisipasi Turki ditolak oleh Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pada bulan Oktober bahwa ia tidak akan menerima pasukan Turki di Gaza. Sementara itu, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi menolak untuk berpartisipasi dalam pasukan tersebut.

Gencatan senjata di Gaza, yang mulai berlaku pada 10 Oktober setelah kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, masih rapuh. Menurut angka dari Kementerian Kesehatan Gaza (yang dikendalikan oleh Hamas), serangan Israel yang dilancarkan setelah serangan kelompok teroris Palestina pada 7 Oktober 2013, mengakibatkan lebih dari 70.000 kematian warga Palestina.

Misi Indonesia di Gaza akan menjadi salah satu pengerahan paling ambisius negara itu dalam sejarah partisipasinya dalam operasi perdamaian. Dilengkapi dengan helikopter, pesawat angkut C-130 Hercules, dan dua kapal rumah sakit Angkatan Laut , pasukan tersebut akan fokus pada rekonstruksi dan perawatan kesehatan daripada tugas kepolisian, menurut sumber militer Indonesia.


Editor: Aspian Nur

Sudah Mulai Latihan, Indonesia Bersiap Kirim Ribuan Pasukan ke Gaza untuk Misi Perdamaian

Selasa, 10/02/2026

Tentara Indonesia saat latihan beberapa waktu lalu, siap diberangkatkan ke Gaza untuk menjaga perdamaian. (reuters)

Share

Berita Terkait