Jumat, 10/10/2025

Gencatan Senjata Baru Diumumkan, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara

Jumat, 10/10/2025

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis (9/10/2025). (Foto: Middle East Images/Abood Abusalama)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Gencatan Senjata Baru Diumumkan, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara

Jumat, 10/10/2025

logo

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis (9/10/2025). (Foto: Middle East Images/Abood Abusalama)

KORANKALTIM.COM - Beberapa jam setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, militer Israel kembali menggempur Jalur Gaza melalui serangan udara, Kamis (9/10/2025).

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama dua tahun dan menyebabkan puluhan ribu warga sipil Palestina kehilangan nyawa.

Menurut keterangan petugas medis dan saksi mata sesuai yang dikutip dari Antaranews, sedikitnya empat warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan yang menyasar wilayah Zeitoun di Kota Gaza. Asap tebal terlihat mengepul dari lokasi serangan.

Di wilayah selatan Gaza, khususnya di Khan Younis, tentara Israel juga dilaporkan melepaskan tembakan ke beberapa area permukiman, melukai tiga orang.

Tembakan artileri dan serangan udara dilaporkan terus terjadi di sejumlah titik di Jalur Gaza, termasuk di lingkungan Tel Hawa dan Sabra di Kota Gaza.

Suara tembakan senjata berat terdengar tiada henti di beberapa bagian kota, namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban jiwa akibat rentetan serangan terbaru ini.

Padahal sebelumnya, Kamis (9/10/2025) pagi, Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi di Sharm el-Sheikh, Mesir. Perjanjian tersebut merujuk pada proposal perdamaian dari Presiden AS Donald Trump.

Proposal yang terdiri dari 20 poin itu pertama kali diumumkan pada 29 September, berisi rencana pertukaran tahanan antara kedua pihak, penghentian operasi militer secara menyeluruh, pelucutan senjata Hamas, serta program pembangunan kembali Gaza secara bertahap.

Sejak Oktober 2023, Israel telah melancarkan kampanye militer masif dengan alasan menumpas kelompok Hamas. Namun, aksi tersebut dituding sebagai upaya genosida terhadap rakyat Palestina.

Militer Israel yang didukung oleh Amerika Serikat diperkirakan telah menewaskan hampir 67.200 warga Palestina, mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak. (*)


Editor: Erwin

Gencatan Senjata Baru Diumumkan, Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara

Jumat, 10/10/2025

Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis (9/10/2025). (Foto: Middle East Images/Abood Abusalama)

Share

Berita Terkait