Senin, 15/12/2025
Senin, 15/12/2025
Aksi Ahmed yang mengenakan baju putih melumpuhkan seorang penembak di kawasan Pantai Bondi mendapat pujian dunia karena keberaniannya mempertaruhkan nyawa. (reuters)
Senin, 15/12/2025

Aksi Ahmed yang mengenakan baju putih melumpuhkan seorang penembak di kawasan Pantai Bondi mendapat pujian dunia karena keberaniannya mempertaruhkan nyawa. (reuters)
KORANKALTIM.COM - Area parkir dekat Pantai Bondi di Sidney, Australia, dipenuhi orang-orang yang panik pada Minggu (14/12/2025) petang hingga malam tadi.
Di lokasi itu terjadi aksi penembakan yang dilakukan dua orang, berstatus ayah dan anak, dengan dikabarkan aksi tembakan membabi buta mereka menewaskan sekitar 16 orang termasuk satu diantara penembak itu sendiri saat perayaan Hanukkah Yahudi sedang berlangsung.
Namun ditengah kepanikan terlihat sebuah momen membanggakan. Seorang pria berbaju putih memutuskan untuk berlari menuju bahaya, mendatangi seorang penembak. Video yang direkam oleh seorang saksi mata menunjukkan momen ketika warga sipil itu tiba-tiba menerjang seorang penyerang yang masih menembakkan senjatanya dari balik pohon besar.
Pria itu muncul dari balik mobil yang terparkir, berlari di antara kendaraan dan mengejar penembak dari belakang, membuat pelaku penembakan tidak sempat bereaksi. Warga sipil itu mencengkeram leher baju penembak dan menariknya kebawah. Mereka bergumul selama beberapa detik hingga akhirnya pria itu berhasil melucuti senjata dan menodongkan kepada si penembak yang akhirnya pergi.
Belakangan diketahui pria itu adalah seorang pemilik toko buah yang memiliki dua anak di kawasan tersebut. Dialah Ahmed al Ahmed, pria berusia 43 tahun yang diidentifikasi oleh kerabatnya sebagai pria yang berjuang melawan seorang satu teroris dalam video yang viral di media sosial.
Keluarga Ahmed yang berasal dari kawasan Sutherland di kota tersebut mengatakan ia masih dirawat di rumah sakit setelah menjalani operasi untuk luka tembak di lengan dan tangannya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pria pemberani itu adalah seorang Muslim. Sepupu Ahmed bernama Mustafa mengatakan kepada 7News Australia
“Dia masih di rumah sakit dan kami tidak tahu persis apa yang terjadi, dokter mengatakan dia baik-baik saja. Kami berharap dia baik-baik saja, dia adalah pahlawan, 100 persen dia adalah pahlawan,” tegas Mustafa melansir dari laman dailymail.co.uk Senin (15/12/2025) hari ini. “Dia terkena dua tembakan dari aksinya, satu di lengan dan satu di tangannya, dia harus menjalani operasi,” ungkapnya.
Perdana Menteri New South Wales Chris Minns, menggambarkan Ahmed sebagai real hero alias pahlawan sejati, sementara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan “Hari ini kita melihat warga Australia berlari menuju bahaya untuk membantu orang lain. Warga Australia ini adalah pahlawan dan keberaniannya telah menyelamatkan nyawa banyak orang,” ujar Albanese.
Banyak video yang diunggah ke media sosial menunjukkan penembak berdiri di jembatan pejalan kaki yang menghubungkan Campbell Parade ke Bondi Pavilion, menembak ke arah kerumunan. Para pria tersebut terlihat menembak ke arah kerumunan saat orang-orang berteriak dan berlari mencari perlindungan. Banyak orang terlihat terbaring terluka dan tidak bergerak di rumput kawasan North Bondi.
Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa Naveed Akram, 24, dari Bonnyrigg di bagian barat daya Sydney merupakan satu dari para penembak. Rumah Akram di pinggiran kota saat ini sedang digeledah oleh polisi. Keluarganya telah memiliki properti tersebut selama setahun.
Identitasnya pertama kali dilaporkan oleh ABC. Diketahui Akram ditembak, ditangkap dan saat ini berada dalam tahanan, dimana dia sedang dirawat oleh layanan darurat. Sementara ayahnya tewas ditembak di tempat kejadian.
Banyak anggota komunitas Yahudi telah berkumpul untuk perayaan Hanukkah di daerah tersebut pada malam hari. Kedua teroris terlihat berdiri di jembatan pejalan kaki sebelum menembaki kerumunan warga lokal, wisatawan dan keluarga.
Dalam hitungan menit, para penembak membunuh 15 orang tak bersalah. Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon juga mengonfirmasi setidaknya 40 orang terluka.
Penembakan terjadi selama acara “Chanukah by the Sea” , sebuah perayaan Yahudi yang diadakan di Pantai Bondi untuk menandai awal Hanukkah.
“Serangan ini dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi Sydney ,” demikian pernyataan perdana menteri negara bagian tersebut, Chris Minns .
Polisi melaporkan bahwa operasi masih berlangsung dan beberapa barang mencurigakan di area tersebut sedang diselidiki, termasuk alat peledak rakitan yang ditemukan di salah satu kendaraan tersangka. Layanan darurat tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan tentang suara tembakan sekitar pukul 18.45 waktu setempat.
Editor: Aspian Nur
Senin, 15/12/2025
Aksi Ahmed yang mengenakan baju putih melumpuhkan seorang penembak di kawasan Pantai Bondi mendapat pujian dunia karena keberaniannya mempertaruhkan nyawa. (reuters)
TERPOPULER