Senin, 23/09/2024
Senin, 23/09/2024
Sri Norma Yunita, atlet hoki outdoor Kaltim yang memutuskan untuk gantung raket. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Senin, 23/09/2024

Sri Norma Yunita, atlet hoki outdoor Kaltim yang memutuskan untuk gantung raket. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
Penulis: */Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara jadi ajang terakhir kalinya bagi Sri Norma Yunita.
Pemain hoki putri Kalimantan Timur yang berhasil meraih medali emas bersama rekan-rekannya itu memutuskan untuk pensiun dalam usia 43 tahun.
Eno, sapaan akrabnya, merasa sudah cukup keterlibatan dirinya pada pesta olahraga multievent empat tahunan tingkat nasional tersebut setelah mengawalinya pada PON XVII/2008 saat Kaltim menjadi tuan rumah.
“Alhamdulillah ini menjadi PON keempat yang saya ikuti mewakili Kaltim dan jadi yang terakhir dengan raihan medali emas,” kata Eno kepada Korankaltim.com, Senin (23/9/2024).
Meski hoki berhasil mengawinkan medali emas putra dan putri, Eno berharap tim untuk tidak tinggi hati dan tetap merendah karena bersabar, Ikhlas dan bersyukur harus diterapkan dalam diri seorang atlet.
“Agar semuanya, apa yang dikehendaki bisa segera tercapai. Mudah-mudahan hoki Kaltim kedepannya lebih sukses dan bisa kembali mengawinkan medali emas di PON yang akan datang,” harap Eno.
Tahun ini jadi yang kedua kalinya Eno meraih emas bersama tim hoki putri. Saat Kaltim tuan rumah PON tahun 2008, timnya hanya meraih perunggu sementara tim putra berhasil meraih emas.
Pada PON XVII/2012 di Riau hoki outdoor tidak dipertandingkan. Kemudian PON XIX/2016 di Jawa Barat tim putri tetap di perunggu dan tim putra kembali emas. Empat tahun lalu pada PON XX/2021 di Papua, pertama kali tim putri dapat medali emas, sedangkan tim putra perak.
“Alhamdulillah tahun ini sama-sama mendapatkan emas,” ucapnya.
Untuk mendapatkan medali emas diperlukan proses yang tak sebentar. Sebagai pemain senior Eno menilai permainan dari juniornya sudah sangat baik.
“Juniornya saya harapkan bisa lebih maksimal lagi. Tapi sebagai senior harus tetap mengawal mereka untuk tetap berpestasi. Insha Allah setelah pensiun ini, saya tetap fokus dalam kepengurusan. Tapi kalau dipanggil sebagai asisten pelatih atau staf, saya siap,” ungkapnya.
Eno menggeluti hoki sejak tahun 1999 saat dibangku kuliah dan serius di cabang olahraga ini mulai tahun 2000.
“Di usia 43 tahun ini, Alhamdulillah memberikan yang terbaik untuk Kaltim. Saya syukuri dengan di hoki, saya juga hoki. Mulai dari pekerjaan, keluarga dan lainnya,” paparnya.
Eno saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda dan pertama kali bertugas sebagai guru olahraga di sekolah negeri di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU).
Kemudian dia dimutasi ke Samarinda karena harus mengikuti suami. Tapi, ini menjadi keberuntungan, karena dia bisa langsung fokus untuk berlatih, dia ditempatkan di SMPN 40 Samarinda.
Editor: Aspian Nur
Senin, 23/09/2024
Sri Norma Yunita, atlet hoki outdoor Kaltim yang memutuskan untuk gantung raket. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)
TERPOPULER