Senin, 12/09/2022
Senin, 12/09/2022
Senin, 12/09/2022

KORANKALTIM.COM – 66 juta tahun silam, hidup hewan raksasa yang disebut dengan dinosaurus. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dinosaurus pun punah dan hanya meninggalkan jejak masa lalu yang acap kali ditemukan dengan tidak sengaja.
Namun para ahli kini menemukan fakta baru mengenai lenyapnya dinosaurus tersebut. Adalah meteorit apokaliptik yang jauh ke bumi pada masa itu dan langsung memusnahkan dinosaurus serta memicu kebakaran hutan hebat ribuan kilometer dari zona jatuhnya meteor tersebut.
Studi ini didukung oleh Shell Brazil di bawah program Science Without Borders dari Pemerintah Brazil dan diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.
Ini melibatkan ilmuwan dari Autonomous University of Mexico, Federal University of Rio Grande do Sul, University of Leeds dan University of Manchester.
Meteorit apokaliptik disebut-sebut berukuran lebar sekitar enam mil, menghantam semenanjung Yucatan, sekarang disebut dengan negara Meksiko pada akhir Cretaceous Period atau Periode Kapur 66 juta tahun yang lalu.
Sejak itulah secara tiba-tba keberadaan dinosaurus juga tak lagi terlihat alias lenyap karena jatuhnya meteor raksasa itu memicu kepunahan massal.
“Tak hanya dinosaurus yang hilang, ledakan meteor di bumi kala itu juga membunuh hampir tiga perempat spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di Bumi,” kata para ilmuwan, dilansir dari laman Thesun.co.uk Senin (12/9/2022) hari ini.
Hanya saja semua temuan para ilmuwan itu masih mengundang perdebatan. Sampai saat ini, ada beberapa teori tentang bagaimana dan kapan meteor itu jatuh dan sejauh mana dampaknya.
Dengan menganalisis batuan yang berasal dari waktu jatuhnya meteor apokaliptik tersebut, tim ilmuwan dari Inggris, Meksiko dan Brasil telah menemukan data lain kalau kebakaran imbas jatuhnya meteor terjadi hanya dalam hitungan menit. Area yang terkena dampak glasir membentang hingga 2.500 km (1.553 mil) atau lebih dari lokasi dimana Bumi ditabrak meteor.
Dalam sebuah studi yang baru diterbitkan, tim tersebut mengatakan kebakaran hutan yang terjadi di daerah pesisir berumur pendek, karena arus balik dari mega-tsunami akibat dari ledakan meteor menyapu pohon-pohon di lepas pantai.
Dengan mempelajari fosil kulit pohon, mereka menemukan data kebakaran telah dimulai pada saat pohon-pohon setelah insiden pertama terjadi.
Mereka menyimpulkan hal ini disebabkan oleh bola api dengan magnitudo epic atau oleh panas dari tetesan batu yang meleleh yang jatuh kembali melalui atmosfer setelah meteor menabrak bumi.
Profesor Ben Kneller, dari Fakultas Geosains Universitas Aberdeen, adalah satu dari beberapa penulis studi terbaru. "Sampai sekarang, belum jelas apakah kebakaran hutan dan musnahnya dinosaurus disebabkan dari dampak meteor jatuh atau karena vegetasi yang ikut musnah,” paparnya.
"Kami dapat menerapkan kombinasi unik dari teknik kimia, isotop, paleontologi, palaeobotani, kimia dan spektroskopi, bersama dengan pemetaan geologi, pertama-tama untuk memastikan batuan yang kami analisis tanggal tepat dari tabrakan meteor.
"Kami kemudian menganalisis kulit kayu fosil yang masih menempel pada batang pohon untuk menentukan tingkat kebakaran, menemukan kulit kayu sudah hangus karena pohon-pohon hanyut oleh tsunami terkait dampak jatuhnya meteor. Ini menunjukkan kebakaran pasti dimulai dalam beberapa menit setelah meteor itu menabrak bumi,” jelasnya.
Editor: Aspian Nur
Senin, 12/09/2022
TERPOPULER