Minggu, 20/09/2020

Mengapa Minggu jadi Hari Libur ? Begini Sejarahnya

Minggu, 20/09/2020

Ilustrasi (bosscha.id)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Mengapa Minggu jadi Hari Libur ? Begini Sejarahnya

Minggu, 20/09/2020

logo

Ilustrasi (bosscha.id)

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Di banyak negara di dunia, hari Minggu adalah sebuah hari libur, seperti halnya yang ada di Indonesia. Layanan sektor publik biasa berhenti pada hari Minggu, namun layanan sektor privat, seperti hotel dan restoran, biasanya tetap buka atau malah mengalami lonjakan permintaan dari turis yang berlibur atau hanya sekadar berakhir pekan. Kantor-kantor bisnis yang bukan ritel, biasa tutup pada hari Minggu, namun pabrik-pabrik ada yang tetap beroperasi 7 hari seminggu.

Dari penelusuran Korankaltim.com, kebiasaan menetapkan hari Minggu sebagai hari libur, atau hari istirahat mula-mula dilakukan oleh Bangsa Romawi. 

Pada tanggal 7 Maret tahun 321 Masehi,  Kaisar Konstantinus I, menetapkan hari Minggu sebagai hari peristirahatan bangsa Romawi. Para reformator gereja, Luther dan Calvin memandang hari Minggu sebagai institusi sipil yang dibuat oleh manusia, yang menyediakan waktu bagi manusia untuk beristirahat dan beribadah.

Hal ini, kemudian berlanjut pada sebagian besar orang Eropa khususnya bagi umat Kristiani. Hari Minggu identik dengan Hari Tuhan dan hari kebangkitan, selain hari peristirahatan dan hari untuk beribadah (anak-anak pergi ke ibadah sekolah minggu). Hal ini bersumber dari tradisi Sabat atau hari perhentian bagi orang Yahudi yang jatuh pada hari ketujuh (Sabtu). Hari peristirahatan tersebut bergeser pada hari pertama sejak peristiwa Kebangkitan Yesus yang terjadi pada hari pertama paskah. Sehingga seiring berjalannya waktu, gereja mula-mula memperingati hari Minggu sebagai hari perhentian bagi orang Kristen sekaligus hari peringatan akan kebangkitan Yesus.

Secara bahasa,  kata minggu diambil dari bahasa Portugis, Domingo dari bahasa Latin dies Dominicus, yang berarti "dia do Senhor", atau "hari Tuhan kita"). Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata Minggu dieja sebagai Dominggu. Baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai "Minggu".

Di Indonesia sendiri, kata Minggu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna hari pertama dalam jangka waktu satu minggu. Sistem pemerintahan, perkantoran hingga bisnis di Indonesia, menerapkan libur atau istirahat pada hari Minggu.

Dalam industri surat kabar dan media lainnya, biasa edisi hari Minggu berbeda dengan edisi hari biasa, atau edisi cetak tambahan khusus (untuk surat kabar) yang hanya terbit pada hari Minggu.

Demikian halnya, Surat Kabar Harian (SKH) Koran Kaltim, yang menerapkan hari Minggu sebagai hari istirahat, dengan tidak menerbitkan koran kecuali pada edisi khusus.[]


Editor : Rusdianto 

Sumber : Diolah dari berbagai sumber.

Mengapa Minggu jadi Hari Libur ? Begini Sejarahnya

Minggu, 20/09/2020

Ilustrasi (bosscha.id)

Share

Berita Terkait